Manado – Akademisi Universitas Sam Ratulangi, Dr Ir Veronica Kamurur M.Si menilai, sebagai daerah resapan air yang berada dikawasan Ring Road, telah beralih fungsi. Sehingga menjadi kewajiban pemerintah jika ingin wilayahnya terhindar bencana maka fungsi daerah resapan air harus dikembalikan.
“Sebaiknya seluruh bangunan yang berdiri di daerah resapan air dibongkar. Begitu pun perumahan yang ada di Ring Road dibongkar saja. Karena di wilayah tersebut merupakan daerah resapan air yang saat ini sudah hilang dari fungsinya. Jika pun dipertahankan, dasar bangunan yang ada di kawasan tersebut tidak boleh lebih dari 20-30 persen,” tutur Ketua program studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Jurusan Arsitek ini.
Selain itu dikatakan Kamurur bahwa, menjadi risiko setiap pengembang perumahan jika dasar bangunan di Ring Road tidak sesuai aturan yang berlaku makan diharuskan dibongkar. Dan pemerintah dimintakan tegas untuk mengembalikan seluruh daerah resapan air ke fungsinya semula.
“Jika bangunan perumahannya dibongkar, Ini menjadi risiko pengembang jika mendirikan bangunan diatas daerah resapan air. Dan butuh ketegasan pemerintah untuk menindaklanjuti hal ini. Agar Kota Manado terhindar dari bencana banjir di tahun-tahun mendatang,” tegas Kamurur. (Leriando Kambey)


Helo ibu,
Kenapa baru koment sekarang yg mana pembabatan bukit dan pembangunan perumahan di sekitar Manado itu berbahaya? Kemana saja para akademisi unsrat selama ini?
Sudah bisa terlihat dari sejak awal yang namanya tata-lingkungan kita amburadul dan tidak perduli dengan lingkungan…
Seperti yang sering saya sebut di reply-reply saya. Jangankan pohon, BUKIT saja di tebas. Nyanda heran ‘mandi pece tu amando’.
Sekarang torang lagi menyongsong pembongkaran bukit-bukit berikutnya dalam program pembangunan “jalan to”.
Bayangkan saja berapa bukit yang akan di tebas, berapa juta meter kubik DOMATO akan diratakan dan berapa banyak yang akan dipindahkan ke lokasi yang lain?
Perubahan terrain asli Sulut yang serampangan ini sangatlah membahayakan daerah DOWNSTREAM yaitu kota kita tercinta Manado.
Mungkin masih ada waktu untuk merubah desain j-tol untuk lebih ramah lingkungan….J-tol tidaklah harus babat-babat bukit seperti di Ringroad. Mahal memang harganya untuk membuat sesuatu yang lebih ramah lingkungan..
Saya yakin tidak akan baik dampaknya nanti terhadap lingkungan terutama akibat yang akan terjadi di daerah muara. Patut di ingat juga, efek berantai dari pembanguan tol nanti adalah berkembangnya daerah sekitarnya, dan bisa saya pastikan akan susah di kontrol kalau pemda tidak serius.
Silahkan pilih.
Saya perkirakan, kalau pemerintah dan kita-kita tetap cuek saja seperti sekarang, By-by Manado…………
Mungkin Manado akan tetap ada, tapi akan jauh2jauh sekali dari ‘menarik’ untuk di tinggali.
Jangan mengulang lagi kesalahan dalam mengatur lingkungan…
Kalau masih mo tambah2 lagi tu pembangunan serampangantak terkontrol,
Selamat menyongsong bencana yang lebih GIGANTIC dari yang baru saja terjadi sekarang.