Berita Utama

Refleksi 28 Tahun Reformasi, Gubernur Yulius Selvanus Serukan Perang Melawan Korupsi dan Perkuat Demokrasi

Refleksi 28 Tahun Reformasi, Gubernur Yulius Selvanus Serukan Perang Melawan Korupsi dan Perkuat Demokrasi
Refleksi 28 Tahun Reformasi, Gubernur Yulius Selvanus Serukan Perang Melawan Korupsi dan Perkuat Demokrasi

Peliput: Jhonli Kaletuang I Manado

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus melalui Kepala Biro Hukum Provinsi Sulawesi Utara, Yanti Putri, SH, MH, menegaskan pentingnya menjaga semangat Reformasi 1998 sebagai fondasi demokrasi, pemerintahan yang bersih, serta pembangunan yang berpihak kepada rakyat.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Mimbar Bebas Refleksi 28 Tahun Reformasi di Auditorium Sam Ratulangi, LPMP Sulut, Sabtu (30/5/2026).

Ia menyebut momentum tersebut bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi ruang evaluasi sekaligus melahirkan gagasan-gagasan baru bagi masa depan bangsa dan daerah.

“Reformasi 1998 bukan hanya pergantian kekuasaan, tetapi gerakan besar rakyat Indonesia untuk memperjuangkan demokrasi, keadilan, keterbukaan, supremasi hukum, dan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan.

Menurutnya, perjalanan reformasi telah membawa banyak kemajuan bagi Indonesia, mulai dari semakin terbukanya kebebasan berpendapat, independensi pers, pelaksanaan pemilu yang demokratis, hingga penguatan otonomi daerah dan partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini masih sangat besar.

Salah satu ancaman utama yang harus terus diperangi adalah korupsi yang dinilainya tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak moral, menghambat pembangunan, dan menghilangkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada Gerakan Anti Korupsi Lintas Perguruan Tinggi Sulawesi Utara yang dinilai konsisten membangun budaya integritas di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas melahirkan orang-orang pintar, tetapi juga generasi yang jujur, berintegritas, dan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan rakyat,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk terus memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperketat pengawasan internal, serta membangun budaya kerja yang profesional dan akuntabel.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di seluruh wilayah Sulawesi Utara.

“Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dan tidak boleh ada daerah yang merasa dilupakan. Pembangunan harus dirasakan dari Miangas hingga Pinogaluman, dari wilayah kepulauan sampai pegunungan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia turut mengajak generasi muda untuk tidak apatis terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa perubahan besar lahir dari keberanian anak muda yang memiliki idealisme dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Di tengah derasnya arus informasi digital, ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan kebebasan yang dimiliki.

Hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi harus dilawan dengan kedewasaan berdemokrasi serta semangat persatuan.

“Kebebasan yang diperjuangkan dengan pengorbanan besar jangan sampai disalahgunakan untuk memecah belah bangsa. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang membangun dialog, menghargai perbedaan, dan mencari solusi terbaik bagi kepentingan bersama,” ujarnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara