
Peliput: Jhonli Kaletuang I Manado
Festival Bung Karno Manado 2026 kembali digelar sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengenal dan menghidupkan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno.
Memasuki tahun kelima pelaksanaannya, festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan dan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat semangat kebangsaan di kalangan masyarakat.
Wali Kota Manado Andrei Angouw mengatakan bahwa pelaksanaan festival pada bulan Juni memiliki makna historis yang sangat kuat.
Bulan Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno karena memuat sejumlah momentum penting dalam perjalanan hidup dan perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.
“Tanggal 1 Juni merupakan Hari Lahir Pancasila, tanggal 6 Juni adalah hari kelahiran Bung Karno, dan tanggal 21 Juni menjadi hari wafatnya Bung Karno. Karena itu, bulan Juni menjadi momentum yang tepat untuk kembali mengingat dan meneladani semangat perjuangan beliau,” ujar Wali Kota saat membuka Festival Bung Karno Manado 2026 di kawasan Malalayang Beach Walk (MBW).
Menurutnya, festival ini sengaja dikemas dengan konsep yang dekat dengan generasi muda melalui berbagai kegiatan kreatif, olahraga, seni budaya, hingga kompetisi digital.
Langkah tersebut dilakukan agar nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat disampaikan dengan cara yang lebih relevan dan mudah diterima oleh generasi saat ini.
Beragam kegiatan digelar dalam festival tersebut, mulai dari lomba lari, pertunjukan seni dan tari, pertandingan olahraga, kompetisi geme elektronik, hingga berbagai aktivitas komunitas yang melibatkan anak muda dari berbagai daerah.
Namun lebih dari sekadar hiburan, Festival Bung Karno Manado 2026 membawa pesan penting tentang semangat nasionalisme, kemandirian, dan kecintaan terhadap bangsa.
Nilai-nilai yang selama ini dikenal melalui konsep Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Wali Kota menegaskan bahwa semangat tersebut tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan perlu terus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
“Melalui festival ini, kita ingin mengajak anak-anak muda untuk tidak melupakan sejarah bangsa. Mereka harus memahami bagaimana Indonesia dibangun oleh para pendiri bangsa dan meneruskan semangat perjuangan itu dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Selain menjadi ajang edukasi kebangsaan, Festival Bung Karno Manado juga diharapkan mampu memperkuat kebersamaan masyarakat serta menggerakkan aktivitas ekonomi dan pariwisata di Kota Manado.
Lebih jauh lagi, Menurutnya, kawasan Malalayang Beach Walk (MBW) saat ini tidak hanya menjadi destinasi warga Kota Manado, tetapi juga menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Hal itu terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang dari Minahasa, Bolaang Mongondow, hingga daerah lainnya untuk menikmati ruang publik tersebut.
“Fasilitas ini milik bersama. Karena itu harus dijaga bersama agar tetap nyaman dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Wali Kota.
Ia juga menyoroti sejumlah ornamen dan instalasi seni yang mengalami kerusakan maupun kehilangan.
