Bisnis dan Ekonomi

Manado Catat Deflasi -0,01 Persen, Harga Pada Periode COVID-19 Beresiko Stagnan

Selain tarif AU, kenaikan tarif kendaraan online roda empat dan angkutan darat ikut memberikan tekanan inflasi meskipun belum terlalu besar.

Sama seperti kota Manado, pada bulan Mei 2020 Kota Kotamobagu mengalami deflasi yang cukup dalam dan merupakan deflasi bulanan pertama di Kotamobagu sepanjang tahun 2020.

Deflasi Kota Kotamobagu pada bulan Mei 2020 tercatat sebesar -0,27% (mtm) sehingga menurunkan inflasi tahun kalendernya menjadi sebesar 1,62% (ytd).

Sama seperti Manado, pergerakan harga di Kotamobagu juga digerakan oleh Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau serta Kelompok Transportasi.

Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau memberikan kontribusi deflasi sebesar -0,63% (mtm).

Dilihat dari komoditasnya, penurunan harga kelompok tersebut disebabkan oleh penyesuaian harga komoditas cabai rawit, cakalang diawetkan, dan ikan cakalang/sisik dengan total kontribusi deflasi sebesar -0,75 % (mtm).

Namun demikian, kenaikan harga bawang merah dan beras memberikan tekanan inflasi di Kotamobagu sehingga menahan penurunan harga yang lebih dalam.

“Kenaikan harga beras di Kotamobagu perlu mendapat perhatian bersama mengingat Kotamobagu merupakan lumbung beras Sulawesi Utara,” kata Arbonas.

Sementara itu, Kelompok transportasi memberikan kontribusi tekanan inflasi sebesar 0,39% (mtm).

Bila dilihat dari komoditasnya, tekanan inflasi dari Kelompok Transportasi berasal dari kenaikan tarif jasa kendaraan travel seiring pola musiman peningkatan mobilisasi darat masyarakat menjelang perayaan hari raya Idul Fitri.

Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara masih memandang positif pencapaian tingkat inflasi kedua kota di Sulawesi Utara yang pada bulan Mei 2020.

Memasuki bulan Juní 2020, tekanan inflasi diperkirakan akan berasal dari efek pembalikan harga komoditas dari Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau.

Deflasi yang terjadi pada periode permintaan tinggi berisiko membuat petani cenderung untuk mengurangi produksi dalam jangka pendek.

Berkurangnya produksi diperkirakan dapat memberikan tekanan inflasi ke depannya, meskipun hal ini belum terjadi dalam jangka pendek.

Sementara itu, masalah distribusi komoditas strategis dari luar daerah tetap perlu diperhatikan.

Kondisi pasokan komoditas bawang merah dimana Sulawesi Utara umumnya mengalami defisit, tercatat memberikan tekanan inflasi pada bulan Mei 2020.

Bila distribusi komoditas ini tidak diperhatikan maka, kenaikan harga bisa terus berlanjut di bulan Juni.

Dari sisi transportasi, tekanan inflasi diperkirakan relatif terjaga mengingat maskapai sudah memasang tarif batas atas untuk mengkompensasi pembatasan jumlah penumpang.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara