Agama dan Pendidikan

Lomba Paduan Suara WKI Sinode GMIM Diduga Bisnis Seragam

Manado – Lomba paduan suara dalam rangkaian HUT ke-75 Wanita Kaum Ibu (WKI) Sinode GMIM yang sudah selesai dilaksanakan, diduga dijadikan bahan pencarian uang dari sejumlah oknum yang duduk di komisi itu.

Disebut juga, WKI Sinode GMIM diduga melakukan pemaksaan kehendak penetapan tempat order seragam, dalam hal ini diduga sudah dijadikan ajang bisnis seragam.

“Seragam diharuskan di order pada satu tempat. Kami melalui tim kerja sudah melakukan order sejak 25 Oktober lalu dan dijanjikan akan selesai sebelum acara paduan suara,” kata seorang ibu WKI GMIM Bukit Hermon pada BeritaManado.com

Namun order yang ditentukan, tempat order tidak bisa menyelesaikan sesuai waktu yang dijanjikan. Dari informasi yang diterima ibu WKI itu, ternyata ada sekian ribu seragam yang harus diselesaikan oleh order jasa penjahit baju, yang diketahui berada di Tondano

Menurutnya juga, dikabarkan tempat penjahitan seragam itu telah bekerja sama dengan WKI Sinode GMIM, sehingga semua peserta lomba paduan suara, diwajibkan untuk memesan seragam di tempat tersebut.

“Kemungkinan tempat order tidak sanggup untuk memenuhi pesanan, banyak tim koor yang menjadi korban sehingga ketika tampil pada lomba paduan suara tidak menggunakan seragam sesuai dengan yang di tetapkan,” jelas ibu WKI itu.

Buntutnya dari tidak menggunakan seragam di tempat order itu, tim yang maju dalam paduan suara dikenakan pemotongan nilai, berdampak pada nilai yang diperoleh GMIM Bukit Hermon, sehingga nilai 81,86 atau peringkat kedua di kategori middle choir harus rela dilepaskan.

Sebelumnya, WKI Bukit Hermon melapor ke Komisi WKI Sinode GMIM melalui Sekretaris WKI Sinode GMIM, dan ternyata dibolehkan untuk tampil, walaupun tidak menggunakan seragam yang telah ditentukan tetapi harus di beli di toko yang menjahit seragam koor WKI Sinode.

Uniknya, ketika WKI GMIM Bukit Hermon sudah tampil lomba dengan seragam yang bukan ditentukan pihak WKI Sinode GMIM.

WKI GMIM Bukit Hermon di diskualifikasi, walau sudah ditetapkan juara kedua kategori middle choir.

“Kalau memang tidak menggunakan seragam dari Ci, sebaiknya disampaikan sebelum tim naik panggung,” tandas ibu itu. (robintanauma)

Baca juga:

4 tanggapan untuk “Lomba Paduan Suara WKI Sinode GMIM Diduga Bisnis Seragam”

  1. beking maloooo,, masa acara gereja kong jadi ajang bisnis,,, so talalu komang ini.. so butul itu ibu ada bilang, so bukang lomba paduan suar, so jadi lomba seragam… brikut2 rubah jo i2 judul jadi lomba sergam pa ci di tondano..

  2. Harus ada Revolusi Mental untuk WKI Sinode GMIM…, memalukan sekali praktek-praktek ‘mancari’ seperti ini !!

  3. Kalau berita ini benar,….memalukan sekali panitianya, mencari kesempatan dikesempitan.Apalagi acara grejawi.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara