MANADO – Ketua North Sulawesi Corruption Watch (NSCW), Harold Lumempow SH, kembali mempertanyakan pembangunan Rumah-Sakit Unsrat yang dibandrol Rp 8 miliar, yang terletak di belakang Bank BNI Unsrat.
Kata dia, dananya sudah cair seratus persen, akan tetepi pekerjaannya belum juga terealisasi, dengan kata lain kuat dugaan Rp 5,4 miliar lenyap dikorupsi. Untuk itu dia berencana akan membawa masalah itu ke kejaksaan.
“Jika memang terbukti ada penyimpangan, kami akan mempersoalkan itu ke
kejaksaan,” tegasnya.
Rektor Unsrat Prof Donald Rumokoy saat dikonfirmasi via selullar semalam enggan menjawab. Pun via SMS tak dibalas. Namun begitu, Juru Bicara Unsrat Daniel Pangemanan membenarkan anggaran pembangunan rumah sakit milik Fakultas Kedokteran Unsrat telah terealisasi Rp 8 miliar, hanya saja dirinya membantah telah terjadi ‘penyunatan’ terhadap dana tersebut.
“Pembangunan rumah-sakit tersebut ada lima tahapan dengan total mencapai ratusan miliar rupiah, dan 8 miliar yang sudah terealisasi ditahap pertama ini juga telah direalisasikan dalam pembangunan. Jadi tidak benar tudingan NSCW tersebut,” ujar Pangemanan sembari meminta NSCW jangan melakukan pembohongan publik. (is)
