Hal ini penting sebab kesaksian tentang karya Kristus dan misi penyelamatan harus disampaikan, dikerjakan, disaksikan sampai ke ujung bumi dalam kuasa yang telah dianugerahkan Allah sesuai Firman dalam Mat.28:19-20.
Segala karunia yang diberikan Allah tujuannya adalah untuk memperlengkapi orang kudus menjadi dewasa dalam iman dan bersatu tekad untuk menjaga keutuhan umat Tuhan bersama-sama melakukan kehendak Sang Bapa sebagai kesakisan hidup beriman bagi orang lain.
Bagaimana kita dapat memahami bahwa yang kita perbuat sesuai dengan ketetapan atau kehendak Allah?
Yang harus kita lakukan adalah mengevaluasinya berdasarkan Firman Allah sebab yang akan menuntun kita kepada kebenaran Allah adalah melalui Firman, maka jadilah umat yang mengutamakan Firman dalam hidup serta yang hendak merenungkannya siang dan malam.
Jangan pernah bosan untuk memperlengkapi diri dengan belajar Firman serta jangan jadikan alasan keterbatasan fisik saat kita hendak belajar Firman, sebab seseorang yang ingin akan sesuatu pasti mengupayakn berbagai macam cara untuk menjawab keinginannya.
Jangan sampai yang kita lakukan tidak sesuai dengan yang ditetapkan Allah sebab dasar kebenaran bukan lagi kepada Firman dan kata hati Tuhan tetapi kata hati dan ego kita manusia berdosa.
Bagi Paulus segenap hidup yang kita miliki sepantasnyalah dipersembahkan kepada yang empunya kehidupan termasuk ketika memiliki karunia dari Allah adalah sesuatu yang sangat berharga dan bahkan merupakan sebuah kesukaan sebab semuanya dirancang Allah agar dilakukan dalam rangka untuk membangun sesama (I Kor.4:4,5).
Jemaat yang melayani dasarnya adalah melakukan segala sesuatu berdasarkan ketetapan Allah sehingga pertumbuhan iman terjadi sebab yang diperbuat bukan dalam rangka mencari kepuasan dan kebutuhan pribadi tetapi melakukannya berdasarkan potensi, karunia dari Allah dan yang disertai dengan motivasi agar gereja dimana kita bertumbuh semakin mencerminkan karakter jemaat yang bermutu, persekutuan yang kokoh sambil menjadi gereja yang mengenal dan memanfaatkan potensi ataupun karunia yang diberikan Tuhan dan diatas semuanya dalam harapan gereja dimana kita berada tidak akan menjadi gereja yang biasa-biasa saja tetapi menjadi gereja yang mampu menghadirkan Inovasi dan kreatifitas dalam rangka menjawab kebutuhan gereja dimasa kini.
Tetapi yang terutama dan diatas semuanya adalah hadirnya para pelayan yang melayani dalam tujuan untuk menyenangkan Tuhan bukan menyenangkan manusia serta persekutuan jemaat yang berkomitmen untuk saling menghargai dan melayani.
Marilah kita bersama-sama memperbaharui komitmen menggunakan segenap potensi, kemampuan pribadi kita untuk membangun jemaat Tuhan baik dalam bidang pelayanan, penatalayanan dan pembangunan serta dalam relasi atar sesama anggota gereja. Imanuel.
Sumber: FHK KGPM
KHOTBAH MINGGU KE 4 JUNI
