1 KORINTUS 12:12-31

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, hari ini kita berada di minggu terakhir bulan Juni yang artinya separuh tahun 2021 telah kita jalani dan yang patut disyukuri meski masih dalam kondisi pandemi ini kita masih tetap terjaga dengan kondisi sehat dan kuat melewati hari-hari hidup bersama keluarga dan jemaat.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Gereja Tuhan dimana kita ada saat ini dan di sidang kita masing-masing selalu ada doa bersama agar gereja kita semakin kuat dan kokoh untuk mengahdapi dinamika hidup berjemaat dengan sekian banyak tantangan seiring dengan perkembangan zaman.
Sebagaimana jemaat di Korintus yang harus berhadapan dengan tantangan kehidupan beriman seiring dengan kemajuan kota dari pola berpikir sampai orientasi hidup yang lebih menujukkan kehebatan diri maka kefasikan, kecemaran besar pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat dan bahkan jemaat. Hal yang sama juga sementara kita hadapi dimasa kini.
Tantangan zaman saat ini medorong gereja agar mampu mengedukasi jemaat dengan kebenaran yang sesungguhnya bahwa Kristus adalah diatas segala-galanya.
Manusia hidup, bekerja dan menghasilkan sesuatu karena Tuhan yang menghendakinya berdasarkan karunia dan talenta yang diberikan, semestinya semua dimanfaatkan tidak hanya untuk kepentingan pribadi tetapi juga untuk kepentingan bersama sebagai umat Tuhan yang saling mendewasakan sehingga akan sangat terlihat bahwasanya gereja masa kini tetap kuat, kokoh, dan terus mampu bersaksi tentang anugerah Tuhan dalam hidup setiap waktu.
Belajar dari dorongan dan nasehat Paulus kepada jemaat di Korintus dalam menjaga persekutuan umat Tuhan maka bebarapa hal praktis juga dapat kita lakukan sebagai gerejaNya di masa kini yaitu pertama, ingatlah akan Pentingnya Hidup Saling Menghargai ayat. 13,14.
Di dalam Kristus sesungguhnya tidak ada perbedaan, semua sama sebab ditebus dari kuk perhambaan dosa dimenangkan di dalam satu karya penebusan Yesus Kristus di Kayu salib sebagai korban yang sempurna yang disiapkan Allah sendiri. Ketika memahami bawah setiap orang percaya didalam Kristus adalah sama maka hak dan tujuan hidup kitapun semestinya haruslah sama.
Kita berhak untuk dihargai dan juga menghargai sesama milik Tuhan. Paulus menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan Yunani, baik budak dan orang merdeka semua berada didalam satu Roh (ayat 13). Selayaknya tubuh yang memiliki banyak anggota tetapi adalah satu dengan peran dan fungsi masing-masing.
Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan aku tidak membutuhkan engkau dan kepala tidak berkata kepada kaki aku tidak membutuhkan engkau (ayat 21) sebab hidup idealnya adalah saling membutuhkan dan akan saling melengkapi.
Demikianlah kita sebagai gerejaNya, membutuhkan ketulusan hati untuk saling menerima dan menghargai sebagai umat tebusannya sebab pengorbanan Kristus tidak melihat kelebihan dan kekurangan manusia tebusanNya tetapi semua dipandang sebagai ciptaan yang paling berharga dan yang sempurna serta yang harus diselamatkan.
Saudara-saudara lihatlah sesama rekan sepelayanan sebagai pribadi yang harus dihormati dan dihargai sebab ia ditebus dan dipilih Allah untuk hidup bersama saudara menjadi saksi tentang keagungan karya Kristus.
Fokuskan pikiran saudara kepada hal-hal yang positif tentang apa yang dilakukan seseorang dalam panggilannya dan jangan merasa renda diri ataupun merasa tersaingi ketika seseorang mendapat pujian dan perhatian lebih dari orang lain atas hasil pelayanannya.
Mari melihat sesama anggota jemaat kita sebagai seseorang yang berharga dimata Tuhan dan berharga bagi kita terlepas dari jauhnya kesempurnaan hidup sebagai manusia serta bersama-sama untuk terus hidup dalam kesehatian dan saling memperhatikan guna menghindari perpecahan sebab perpecahan bukan kehendak Tuhan (ay. 25) sebagaimana kata Paulus “jika satu anggota menderita semua anggota turut menderita, jika satu anggota dihormati semua anggota turut bersukacita (ay. 26).
Satu hati dan satu rasa serta satu komitmen dalam persekutuan gereja Tuhan yang akhirnya mampu menghadirkan damai sejahtera serta sukacita bagi sesama.
Bagian kedua yang diajarkan Paulus dalam teks ini yaitu Prinsip Melayani adalah Melakukannya Sesuai Ketetapan Allah (ay. 28).
Segala sesuatu yang telah dan yang akan terjadi bagi gereja sesungguhnya telah ditetapkan Allah sebelumnya dalam tujuan agar umat ciptaanNya percaya dalam hati dan mengakui dengan mulut bahwa “Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat”(ay.3).
