Berita Utama

KEK Likupang: Jangan Rampas Kehidupan Nelayan dan Mangrove di Paputungan

Banyak hotel dan cottage mulai dibangun, termasuk pembangunan Likupang Eco Family Hotel oleh PT Bhineka Mancawisata di Desa Paputungan.

Kehadiran PT Bhineka Mancawisata dengan pembangunan hotel pantai di wilayah KEK Likupang memberi daya dorong besar kemajuan pariwisata Sulawesi Utara.

Investasi pariwisata triliunan rupiah ‘menyulap’ Likupang yang terkebelakang menjadi kawasan terdepan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Atap (PMPTSP) Sulawesi Utara, Frangky Manumpil, mengatakan investasi PT BMW di bidang pariwisata mengukuhkan arah pembangunan pariwisata Sulawesi Utara sudah on the track.

“Di Tengah pandemi PT BMW sudah mengusus soal izin Amdalnya demi investasi,” ujar Frangky, Selasa (1/6/2021).

Frangky Manumpil menyebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara antusias membantu pembangunan hotel plus kawasan wisata pantai dan laut.

Laju investasi hotel dan prasarana pendukung parisiwata seperti listrik tahun 2020 mencapai Rp5,2 triliun dari target Rp3 triliun.

Investasi itu didukung dengan suntikan dana pemerintah pusat Rp1 triliun membenahi infrastruktur penunjang seperti pembangunan terminal baru bandara Sam Ratulangi Manado dan jalan menuju ke lokasi KEK Likupang sepanjang 31,5 kilometer dari bandara Sam Ratulangi.

Juga dibangun terminal baru bandara Sam Ratulangi ditargetkan selesai tahun ini diperluas dua kali lipat yang semula 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi, lengkap dengan fasilitas terminal internasional.

Perluasan bandara memungkinkan menampung jumlah penumpang 6 juta pertahun dari yang sebelumnya hanya 2,5 juta orang per tahun.

Boming turis China sejak tahun 2017 hingga 2019 menjadikan paket-paket pariwisata selam dan atraksi wisata paralayang memberi keuntungan dan kemajuan bagi masyarakat lokal dan pengelola pariwisata.

Terpisah, Direksi PT Bhineka Mancawisata Teddy Darmanto dan Kepala Operasional cabang Manado Yuri Christian menerangkan, investasi pariwisata di Paputungan Likupang Barat berupa hotel bintang lima dan sejumlah destinasi lainnya.

Di sekitar hotel akan dibangun wisata air, taman satwa, kebun buah dan taman bunga.

Selanjutnya akan dibangun pasar seni budaya dan kerajinan, permainan rekreasi edukatif, mangrove walk dan terutama atraksi kapal wisata bawah air yang akan menjelajahi taman laut Bunaken.

“Kami hadir di sini untuk memperindah dan melestarikan alam Likupang dengan pembangunan pariwisata. Tabu bagi kami merusak lingkungan. Alam di Likupang yang sudah ada kami lestarikan menjadi lebih indah. Ingat ini investasi pariwisata bukan investasi tambang. Pariwisata butuh keindahan alam,” ujar Teddy.

Terkait mangrove yang dirusak, dikatakan Teddy, perusahaan telah menanam 2.300 bibit mangrove di pantai lokasi Hotel Desa Paputungan Likupang Barat, di Areal Pantai Kompleks Likupang Eco Family pada akhir April 2021.

Penanaman tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan peduli lingkungan, pemerintah dan warga setempat, serta disaksikan sejumlah mahasiswa Universitas Sam Ratulangi dan personil Direktorat Jendral Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Balai Taman Nasional Bunaken.

Teddy menyebut penanaman ribuan mangrove sebagai komitmen perusahaannya menjaga kelestarian lingkungan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara