Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80 ribu, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120 ribu.
Menteri Arief Yahya saat itu merincikan, dalam 4 tahun kunjungan wisatawan macanegara ke Sulawesi Utara meningkat 6 kali lipat.
Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen.
“Padahal di daerah lain hanya sekitar 5 sampai 10 persen,” kata Menpar Arief Yahya dalam keterangan tertulisnya, Agustus 2019.
Diketahui, pembangunan KEK Likupang direncanakan akan dikembangkan dalam tiga tahap.
Tahap pertama akan dibangun sekitar 92,89 hektar pada kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020 hingga 2023.
Di KEK Likupang akan dikembangkan resort, akomodasi, entertainment dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Sedangkan, di luar area KEK akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina.
KEK Likupang diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp5 triliun dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 65.300 tenaga kerja hingga tahun 2040.
Total target investasi sebesar Rp164 miliar untuk pembangunan kawasan KEK Likupang di tiga tahun pertama.
Sedangkan, target investasi pelaku usaha dalam tiga tahun pertama adalah Rp750 miliar.
Sebelum terjadi pandemi Covid-19, KEK Likupang diharapkan dapat meningkatkan serapan wisatawan mancanegara di Sulut sebesar 162 ribu orang pada tahun 2025.
Jumlah ini menyerap sekitar 16% dari target yang ditetapkan oleh Gubernur Sulut yaitu 1 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2025.
Keunggulan geostrategis wilayah yang dimiliki Likupang Timur yaitu sektor pariwisata dengan tema resor (resort) dan wisata budaya (cultural tourism).
Tema tersebut didukung oleh kawasan sekitar yang memiliki pantai dan dekat dengan Wallace Conservation Center.
Konsep Kawasan Ekonomi Khusus Likupang akan mengembangkan resor kelas premium dan kelas menengah (mid range resort), budaya (cultural), dan pengembangan Wallace Conservation Center.
Pada Maret 2021, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) bersama PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD) mulai melakukan pengembangan tahap awal KEK Likupang.
Kesiapan itu ditandai dengan penandatanganan Kerangka Kerjasama atau Term Sheet Pembentukan Badan Usaha untuk Pengembangan dan Pengelolaan KEK Likupang, disaksikan langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.
Sandiaga menyebutkan, Sulawesi Utara memiliki akses masuk yang sangat mudah dibanding destinasi wisata lainnya di Indonesia.
Ini dibuktikan dengan penerbangan langsung dari Jepang, Hongkong, Korea, Singapura dan negara ASIA lainnya yang bisa ditempuh kurang lebih 4 jam.
Dikatakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Sulut sebagai Pintu Gerbang Asia Pasifik harus terealisasi lewat penerbangan langsung negara-negara ASIA ke Sulut.
“Nanti 2016 baru pintu gerbang dibuka lewat penerbangan langsung dari Tiongkok ke Manado. Bahkan di saat pandemi pun kita masih melakukan ekspor. Kami bahagia karena keseriusan pak menteri Sandiaga dalam membangun pariwisata Sulut. Mari sama-sama kita bangun Indonesia lewat Sulawesi Utara,” ajak Gubernur Olly.
Sebagai The Rising Star, penetapan sebagai daerah wisata tentu menuai konsekuensi pembangunan infrastruktur yang mendukung.
Sejumlah kegiatan infrastruktur yang direncanakan di Sulawesi Utara, antara lain, pembangunan bandara, perpanjangan runway, jalan tol, hingga fasilitas penunjang pariwisata lainnya.
Masyarakat kecipratan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lewat Program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya Mendukung Pariwisata atau dikenal juga dengan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta).
Pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi investor untuk masuk ke Sulut.
Banyak hotel dan cottage mulai dibangun, termasuk pembangunan Likupang Eco Family Hotel oleh PT Bhineka Mancawisata di Desa Paputungan.
Kehadiran PT Bhineka Mancawisata dengan pembangunan hotel pantai di wilayah KEK Likupang memberi daya dorong besar kemajuan pariwisata Sulawesi Utara.
Investasi pariwisata triliunan rupiah ‘menyulap’ Likupang yang terkebelakang menjadi kawasan terdepan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Atap (PMPTSP) Sulawesi Utara, Frangky Manumpil, mengatakan investasi PT BMW di bidang pariwisata mengukuhkan arah pembangunan pariwisata Sulawesi Utara sudah on the track.
“Di Tengah pandemi PT BMW sudah mengusus soal izin Amdalnya demi investasi,” ujar Frangky, Selasa (1/6/2021).
Frangky Manumpil menyebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara antusias membantu pembangunan hotel plus kawasan wisata pantai dan laut.
Laju investasi hotel dan prasarana pendukung parisiwata seperti listrik tahun 2020 mencapai Rp5,2 triliun dari target Rp3 triliun.
Investasi itu didukung dengan suntikan dana pemerintah pusat Rp1 triliun membenahi infrastruktur penunjang seperti pembangunan terminal baru bandara Sam Ratulangi Manado dan jalan menuju ke lokasi KEK Likupang sepanjang 31,5 kilometer dari bandara Sam Ratulangi.
Juga dibangun terminal baru bandara Sam Ratulangi ditargetkan selesai tahun ini diperluas dua kali lipat yang semula 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi, lengkap dengan fasilitas terminal internasional.
Perluasan bandara memungkinkan menampung jumlah penumpang 6 juta pertahun dari yang sebelumnya hanya 2,5 juta orang per tahun.
Boming turis China sejak tahun 2017 hingga 2019 menjadikan paket-paket pariwisata selam dan atraksi wisata paralayang memberi keuntungan dan kemajuan bagi masyarakat lokal dan pengelola pariwisata.
Terpisah, Direksi PT Bhineka Mancawisata Teddy Darmanto dan Kepala Operasional cabang Manado Yuri Christian menerangkan, investasi pariwisata di Paputungan Likupang Barat berupa hotel bintang lima dan sejumlah destinasi lainnya.
Di sekitar hotel akan dibangun wisata air, taman satwa, kebun buah dan taman bunga.
Selanjutnya akan dibangun pasar seni budaya dan kerajinan, permainan rekreasi edukatif, mangrove walk dan terutama atraksi kapal wisata bawah air yang akan menjelajahi taman laut Bunaken.
“Kami hadir di sini untuk memperindah dan melestarikan alam Likupang dengan pembangunan pariwisata. Tabu bagi kami merusak lingkungan. Alam di Likupang yang sudah ada kami lestarikan menjadi lebih indah. Ingat ini investasi pariwisata bukan investasi tambang. Pariwisata butuh keindahan alam,” ujar Teddy.

