Berita Utama

Curhatan Kawanua Melbourne: Kehilangan Pekerjaan Hingga Denda Rp96 Juta

Sebagai Secretary Kawanua Melbourne Australia Inc, Jeffry Liando dan kawan-kawan memutuskan menangguhkan semua acara yang direncanakan sampai situasi kondusif.

“Langkah itu sebagai implementasi mendukung social distancing,” terangnya.

Praise and worship virtual

Curhatan Kawanua Melbourne: Kehilangan Pekerjaan Hingga Denda Rp96 Juta

Untuk beribadah, pihaknya membuat akun Kawanua Virtual via Zoom. Meskipun terisolasi dan dilanda kesepian, semangat keimanan para Kawanua bertambah.

“Dari situ ide-ide bermunculan seperti mengadakan praise and worship virtual via Zoom. Beberapa kesempatan juga diselingi dengan kuis Alkitab dari gawai,” beber Liando.

Program Peduli Kawanua Melbourne

Curhatan Kawanua Melbourne: Kehilangan Pekerjaan Hingga Denda Rp96 Juta

Ia menjelaskan, pandemi COVID-19 juga berdampak kepada Kawanua di Melbourne.

Beberapa diantaranya kehilangan pekerjaan.

“Teman-teman kita juga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Kawanua Melbourne Australia Inc kemudian mengumpulkan dana membelikan bahan makanan dan membagikan kepada Kawanua yang membutuhkan.

Pengadaan bahan baku ini juga tidak mudah karena stok di supermarket sangat langka.

“Ciri khas Kawanua itu adalah solidaritas dan tetap kompak. Itu yang kami lakukan di sini,” tandasnya.

Warga Kawanua yang tetap bekerja

Curhatan Kawanua Melbourne: Kehilangan Pekerjaan Hingga Denda Rp96 Juta
Willie Cornelis

Jeffry menambahkan, Kawanua yang tetap bekerja di tengah pandemi juga masih banyak.

Salah satunya adalah Willie Cornelis yang sudah 30 tahun di Melbourne.

Willie Cornelis adalah putra Minahasa dari Desa Kema, Kabupaten Minahasa Utara.

Kini ia bekerja di salah satu perusahaan besi dengan standar protokol kesehatan ketat.

(Alfrits Semen)

Baca juga:

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara