*Kantor Bupati Minsel kini dibongkar, tapi sayang PT ACP yang melaksanakan tak memasang papan proyek
*Aktifitas PNS beralih di SKPD terdekat
AMURANG—Akhirnya, pemenang tender Rehabilitasi Kantor Bupati Minahasa Selatan, PT Andrekon Cipta Pratama (ACP) mulai melaksanakan pekerjaannya. Pasalnya, total anggaran Rp 6,9 miliar akan membangun hampir semua gedung tersebut. Bahkan, terlihat para pekerja berasal dari Kota Semarang Provinsi Jawa Tenga mulai melaksanakan aktifitas pekerjaannya. PNS yang ada di Kantor Bupati Minsel pun terpaksa dialihkan ke SKPD terdekat.
Dari amatan wartawan beritamanado, Kamis (6/10), sedikitnya 80-an tenaga kerja yang didatangkan dari Kota Semarang-Jateng langsung melaksanakan pembongkaran. Hampir semua ruangan ikut dihancur leburkan. Termasuk tangga-tangga yang ada ikut dirobohkan. Sesuai data, bahwa kantor ini akan dibangun lebih baik dari sekarang.
Bahkan, amatan kami hampir semua ruangan sudah porak-poranda. Pintu, kaca dan lain sebagainya langsung dicabut. Tetapi, awas aset-aset yang dicabut jangan sampai hilang. Bagian Umum dan Perlengkapan pun harus jelih melihat semua aset yang ada. Lebih miris lagi, ruangan bupati di lantai III pun harus dipindakan. Sesuai informasi, bahwa aktifitas bupati akan dialihkan di Kantor Sat Pol PP.
‘’Pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi Kantor Bupati Minsel, akan berakhir Desember 2011. Kini, semua aktifitas para PNS bersama para pejabat yang ada di lingkungan Pemkab Minsel langsung beralih ke SKPD yang ada disekitarnya,’’ ujar Kabag Pembangunan Setdakab Minsel, Drs Meidy Maindoka Msi kepada media ini.
Menurut Maindoka, bahwa pelaksanaan rehabilitasi kantor bupati akan diselesaikan sampai Desember mendatang. Karena, sesuai kontrak kerja, pelaksanaan pekerjaan harus selesai Desember mendatang. ‘’Kalaupun lewat, maka pihak kontraktor akan dikenai TGR. Namun, saya berharap hal ini tak akan terjadi. Karena, saya melihat pekerjaan akan dilakukan para pekerja yang sangat banyak. Bahkan, pekerjanya dibawah dari Kota Semarang,’’ jelas mantan Camat Motoling ini.
Sayangnya, pimpro dan pimpinan PT ACP belum berhasil dikonfirmasi soal pekerjaan yang sementara dilakukan. Hanya saja, beberapa pekerja menjelaskan, kalau hal ini akan dikerjakan terus menerus. ‘’Sebab, dana kan sudah ada. Jadi, kami akan kerja terus,’’ sebut sejumlah pekerja yang minta namanya tak dimediakan.
Menariknya, Wakil Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Minsel, Hans Ruus mempertanyakan pekerjaan proyek Kantor Bupati Minsel tak memiliki papan proyek. ‘’Pekerjaan sudah dimulai, tetapi papan proyek tidak dipasang. Ada apa ini? Pasalnya, dana berasal dari APBN 2011 harus jelas,’’ tegas Ruus. (ape)


Hahahahaha dasar hebring!!
Ini bukang masalah perencanaan, mar masalah selera. Orang metropolitan maso kampung, dia rasa ndak cocok dengan kantor dikampung, jadi so musti iko dia pe selera. Lelah nae2 tangga jadi so musti pake lift. Semoga dia diampuni, karena dia tidak tahu apa yang dia perbuat.
…DAPA LIA DI FOTO RUPA MASIH BAGUS ITU GEDUNG !!!..
…BOROS NGONI MEMANG…!!
…..SO BAGITU PAKE PEKERJA DARI LUAR LAGI…!!!
… MO KASE TUNJUNG APA INI DANG ?
makanya kalo buat perencanaan gedung untuk perkantoran so musti perhitungkan memang brapa lama bisa di fungsikan & kualitas fisiknya, jangan sadiki2 so mo rehabilitasi, do’i yang sebaiknya di gunakan untuk melakukan program2 menyangkut kesejahteraan hanya di gunakan untuk mensejahterkan para kontraktor, PPTK, direksi deng pengawas proyek..
ini dia, dana 6,9 milyar Rp dari APBN/APBD 2011 buat renovasi Kantor Bupati Minsel.
mana dang itu perbaikan2 jalan2 rusak di Minsel???? jembatan2 yang somo rubuh????? fasilitas2 umum yang blum ada?????
Sesudah itu bli2 mobnas2 baru, pembangunan2 rumah2 dinas, skarang renovasi Kantor Bupati Minsel, KAPAN DANG ITU PEMBANGUNAN YANG MENYENTUH LANGSUNG MASYARAKAT itu DIKERJAKAN?????
Apa program2nya CEP itu butul2 berpihak ke rakyat Minsel????? Brapa milyar buat masyarakat Minsel, tapi maso ke kantong pribadi Bupati?????