Manado – Polda Sulawesi Utara melakukan gelar pasukan dalam rangka “Operasi Ketupat” untuk pengamanan Idul Fitri 1433 H. Gelar pasukan yang dilakukan di Lapangan Megamas Manado, Jumat (11/8), selain diikuti anggota Polri, juga TNI serta intansi terkait lainnya seperti Dinas Perhubungan dan Polisi Pamong Praja di daerah itu.
Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo dalam sambutan tertulis dibacakan Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Brigjen Pol Dicky Atotoy, mengatakan, gelar pasukan ini bertujaun untuk mengetahui dan menunjukkan kesiapan Polri beserta unsur TNI dan unsur-unsur terkait lainnya dalam mengamankan Hari Raya Idul Fitri 1433 H. “Melalui pelaksanaaan Operasi Ketupat diharapkan masyarakat dapat merayakan momen Lebaran dengan aman dan nyaman,” katanya.
Dia mengatakan, tradisi mudik lebaran sebagai agenda tahunan menjelang Idul Fitri yang dilaksanakan masyarakat, telah berimplikasi kepada meningkatnya aktivitas kelompok besar masyarakat di beberapa tempat. Berbagai kegiatan serta mobilitas manusia dan barang dalam jumlah besar dalam waktu bersamaan telah berdampak pada meningkatnya dinamika potensi gangguan Kamtibmas dan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang harus kita kelola dengan baik.
Sesuai hasil analisa data tahun lalu, diperkirakan jumlah masyarakat akan mudik dengan menggunakan angkutan darat sebanyak 5,6 juta jiwa, menggunakan angkutan sungai, danau dan pelabuhan sebanyak 3, 4 juta jiwa, menggunakan angkutan laut 1,5 juta jiwa dan angkutan udara 3,3 juta jiwa.
Sedangkan pemudik menggunakan jasa kereta api, berdasarkan data da informasi dari Kementerian Perhubungan, diamsumsikan akan turun cukup signifikan, karena pada tahun ini dilakukan batasan maksimum atau “loadfacktor” lebih dari 150 persen. Meningkatnya masyarakat pemudik dalam jumlah yang sangat besar tersebut telah menimbulkan beberapa permasalahan salah satunya masalah keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.(dan)
