
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto, dan Asisten ll Setda Kota Bitung, Jhon Michael Toar Sondakh menghadiri High Level Meeting TPID Kota Bitung Tahun 2026.
Peliput: Syarif Umar l Bitung
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., secara resmi membuka High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Bitung Tahun 2026 yang digelar di Fave Hotel, Jumat (26/6/2026). Pertemuan strategis tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hengky Honandar menegaskan bahwa pengendalian inflasi saat ini merupakan salah satu prioritas utama pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Menurutnya, arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sangat jelas, yakni seluruh jajaran pemerintah wajib memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok, menjaga ketersediaan pasokan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai fondasi utama menjaga inflasi tetap terkendali.
“Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari kedaulatan bangsa. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Karena itu, sektor pertanian, perikanan, dan distribusi pangan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Hengky.
Ia mengatakan, pesan tersebut sangat relevan bagi Kota Bitung yang memiliki posisi strategis sebagai kota maritim, kota industri, sekaligus salah satu pusat distribusi utama di Sulawesi Utara. Dengan peran tersebut, Bitung memikul tanggung jawab besar dalam menjaga kelancaran rantai pasok, khususnya bahan pangan strategis.
Untuk itu, melalui forum High Level Meeting TPID, Wali Kota mengajak seluruh unsur TPID memperkuat implementasi strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Menurutnya, keempat aspek tersebut harus dijalankan secara terintegrasi, konsisten, dan berkelanjutan agar mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Hengky juga mengingatkan pentingnya langkah antisipatif terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat memicu inflasi, mulai dari faktor cuaca, hambatan distribusi, fluktuasi harga komoditas, hingga dinamika pasar global yang berdampak pada perekonomian daerah.
“Kita harus bergerak cepat, responsif, dan berbasis data. Koordinasi lintas sektor harus semakin solid agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Wali Kota, keberhasilan pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, instansi vertikal, pelaku usaha, distributor, hingga seluruh stakeholder terkait.
“Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan seluruh stakeholder, kita dapat menjaga stabilitas inflasi di Kota Bitung sehingga tetap terkendali dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menutup sambutannya, Hengky Honandar mengajak seluruh peserta menjadikan High Level Meeting TPID Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk melahirkan solusi yang adaptif, memperkuat komitmen bersama, dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi Kota Bitung di tengah berbagai tantangan nasional maupun global.
“Kita ingin Kota Bitung tetap menjadi daerah yang tangguh menghadapi dinamika ekonomi, memiliki inflasi yang terkendali, pasokan pangan yang terjaga, serta mampu memberikan kepastian bagi dunia usaha dan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.
