
Editor: Sri Surya
BPJS Kesehatan terus memperkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna meningkatkan mutu layanan dan memastikan keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Sinergi dan Kolaborasi (SERASI) Program JKN yang diawali dengan kunjungan serta supervisi ke sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) milik TNI pada Kamis (25/6/2026), kemudian dilanjutkan dengan forum SERASI bersama jajaran TNI di Manado, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, bersama jajaran Pusat Kesehatan TNI dan perwakilan kesehatan dari setiap matra TNI.
Pada hari pertama, rombongan mengunjungi enam faskes TNI mitra BPJS Kesehatan di Sulawesi Utara untuk meninjau langsung kualitas pelayanan kepada peserta JKN.
Peninjauan meliputi alur pelayanan, pemanfaatan teknologi digital, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Kunjungan tersebut juga menjadi forum evaluasi bersama guna mengidentifikasi tantangan sekaligus peluang peningkatan kualitas layanan.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam memastikan seluruh fasilitas kesehatan mitra mampu memberikan pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan berkualitas bagi peserta JKN.
“Melalui evaluasi dan kolaborasi yang terus diperkuat, kami berharap fasilitas kesehatan TNI semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan peserta,” ujar Akmal.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan forum SERASI sebagai wadah memperkuat kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan TNI dalam mendukung keberlanjutan Program JKN.
Menurut Akmal, keberhasilan Program JKN membutuhkan dukungan berbagai mitra strategis, termasuk TNI yang memiliki jaringan pelayanan hingga ke pelosok Indonesia.
Dalam forum tersebut, BPJS Kesehatan juga membuka ruang dialog untuk menyerap masukan dari jajaran TNI sekaligus menyosialisasikan berbagai transformasi layanan.
Di antaranya pemanfaatan digitalisasi layanan, penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau KTP sebagai identitas berobat, antrean online, telekonsultasi, serta berbagai kanal layanan non tatap muka melalui Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, Care Center 165, dan kanal layanan resmi lainnya.
Akmal berharap dukungan TNI terhadap Program JKN terus diperkuat, baik melalui penyebarluasan informasi yang akurat maupun peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan milik TNI.
Ia juga mengimbau seluruh anggota TNI beserta keluarganya untuk selalu memperbarui data kepesertaan JKN agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal.
“Rangkaian kegiatan ini menjadi wujud komitmen BPJS Kesehatan dan TNI dalam memperkuat sinergi guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah, cepat, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta JKN,” tutup Akmal. (***)
