
Kemajuan teknologi pertanian menjadi salah satu sorotan utama pada hari keempat pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Limboto, Kabupaten Gorontalo.
GORONTALO – Teknologi pertanian modern menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Limboto, Kabupaten Gorontalo. Di antara beragam inovasi yang dipamerkan, kehadiran drone pertanian cerdas berkapasitas besar sukses mencuri perhatian para peserta, termasuk Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E.
Pada hari keempat pelaksanaan PENAS XVII, Hengky Honandar bersama Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E., Kepala BKPSDMD Kota Bitung Give R. Mose, AP., M.Si., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung Steven Prok, Ketua KTNA Kota Bitung Lily Kadeke, serta para penyuluh pertanian, meninjau sejumlah stan teknologi pertanian dan agribisnis yang menjadi pusat perhatian pengunjung dari seluruh Indonesia.
Perhatian khusus rombongan tertuju pada drone pertanian generasi terbaru yang mampu melakukan penyemprotan pestisida, pemupukan, pemetaan lahan, pemantauan tanaman, hingga pengangkutan logistik secara cepat dan presisi. Teknologi tersebut dinilai menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian modern saat ini.
Di hadapan teknologi canggih tersebut, Hengky Honandar menegaskan bahwa modernisasi pertanian bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera direspons oleh setiap daerah yang ingin meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan.
“Pertanian masa depan harus mampu memanfaatkan teknologi. Kita tidak bisa terus bergantung pada cara-cara konvensional jika ingin meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani. Teknologi seperti drone cerdas ini menunjukkan bahwa sektor pertanian sedang bergerak menuju era yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi,” tegas Hengky.
Menurutnya, perkembangan teknologi pertanian harus menjadi inspirasi bagi daerah untuk terus berinovasi. Pemanfaatan teknologi modern diyakini mampu mengatasi berbagai persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, tingginya biaya produksi, hingga kebutuhan peningkatan hasil panen.
Karena itu, keikutsertaan Pemerintah Kota Bitung dalam PENAS XVII dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menyerap ilmu pengetahuan, memperluas jaringan, dan mempelajari berbagai inovasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan sektor pertanian daerah.
“PENAS bukan sekadar ajang pameran. Ini adalah ruang belajar yang sangat penting bagi daerah untuk melihat langsung perkembangan teknologi dan praktik terbaik di bidang pertanian. Apa yang baik dan relevan tentu akan menjadi bahan pertimbangan untuk diterapkan di Kota Bitung,” ujarnya.
Selain menyaksikan demonstrasi drone pertanian cerdas, rombongan juga mengunjungi berbagai stan yang menampilkan benih unggul, alat dan mesin pertanian modern, teknologi pascapanen, serta inovasi agribisnis yang dikembangkan oleh kementerian, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.
PENAS XVII sendiri menjadi wadah pertemuan ribuan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah dalam memperkuat sinergi menuju pembangunan sektor pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
Kehadiran Wali Kota Hengky Honandar bersama jajaran Pemerintah Kota Bitung di arena PENAS XVII menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi. Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa Bitung siap mengambil bagian dalam transformasi pertanian modern guna mewujudkan ketahanan pangan yang kuat serta meningkatkan kesejahteraan petani di masa depan.
