
MANADO – Banyaknya tudingan miring terhadap Taufik Tumbelaka, pengamat politik dan pemerintahan terkait pernyataannya pada pemberitaan beritamanado 18 September 211 yang menyentil soal PTUN serta proses pengangkatan Harold Monareh sebagai sekot Manado cacat hukum, ditanggapi balik Tumbelaka.
Bagi mantan aktifis mahasiswa UGM ini apa yang dikatakannya merupakan bagian disiplin ilmu pemerintahan sehingga pernyataan-pernyataan miring yang ditujukan kepada dirinya berasal dari orang-orang yang tidak mengerti ilmu pemerintahan.
“Pernyataan saya tentang PTUN dan gugatan Harold Monareh ternyata mendapat beberapa tanggapan yang kurang “dewasa” dari pihak-pihak yang tidak paham tentang ilmu pemerintahan. Hal ini patut disesalkan,” tegas Tumbelaka, Senin (3/10) pagi.
Ditambahkannya, sebenarnya sudah beberapa kali pihak pemprov dan beberapa pemerintah kabupaten dan kota di Sulut tidak “pas” dalam membaca, mencermati dan memahami aturan main yang bersinggungan dengan ilmu pemerintahan.
“Namun hal ini seperti terlewatkan dari amatan karena banyak pihak lebih sibuk kepada hal-hal yang beraroma politik. Saya melihat telah beberapa kali “aturan main” yang berhubungan dengan pemerintahan dilihat dari sudut pandang politik dan akibatnya aturan yang ditegakan terkesan standart ganda, dimana aturan dijalankan karena adanya kepentingan politik dari pihak-pihak tertentu,” urainya.
Lanjut putra gubernur Sulut pertama ini, secara objektif sebenarnya ada beberapa keputusan di masa lalu yang berhubungan dengan pemerintahan tidak sesuai dengan semangat dan roh ilmu pemerintahan, sehingga hal-hal tersebut menimbulkan permasalahan dimasa sekarang dan akan datang. Baginya, proses pengusulan sampai penetapan Harold Monareh sebagai sekot Manado hanya salah-satu contoh.
“Guna menghindari permasalahan dalam penerapan aturan, sebaiknya aturan ditegakan sesuai semangat dan roh dari aturan yang ada serta jangan standar ganda, apalagi untuk kepentingan politik tertentu,” pungkas Tumbelaka. (jry)

ceritanya ngana “pande ilmu pemerintahan” dang??? bakulawang pande jo dang. hahahaaha…