
Manado, BeritaManado.com — Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran terus memanas dan menimbulkan korban lintas negara di berbagai sektor.
Di Indonesia, salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah terkait krisis Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pengamat politik dan pemerintahan Sulawesi Utara (Sulut) Taufik Tumbelaka mendesak agar Pemerintah Daerah (Pemda) baik provinsi maupun kabupaten/kota mempercepat belanja atau penyerapan anggaran di APBD.
Upaya ini untuk menangkal kesulitan yang berpotensi akan terjadi di masyarakat.
Taufik meminta, pemerintah jangan terjebak dengan proses pro kontra perang Amerika-Israel dengan Iran.
“Karena Indonesia salah satunya masih ketergantungan BBM. Maka krisis ekonomi berpotensi akan terjadi. Biaya transportasi akan naik dan harga kebutuhan pokok juga otomatis akan naik ,” kata Taufik.
Maka dari itu Taufik menyampaikan, solusi terkait persoalan ini adalah mempercepat belanja di APBD.
Dia meminta supaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut maupun pemerintah kabupaten/kota segera mencairkan anggaran untuk tahun 2026.
“Jadi untuk Sulut pak Gubernur dan Wakil Gubernur dalam APBD itu ada huruf b, b itu belanja. Belanja ini dipercepat dalam arti penyerapan anggaran,” ujarnya.
Lanjutnya, bila ada belanja makan minum yang belum dicairkan segera dicairkan.
“Pekerjaan infrstruktur dan pekerjaan fisik yang belum dicairkan segera dipercepat. Ini karena masyarakat terancam akan menghadapi masa-masa sulit,” ujar pengamat yang merupakan lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) ini.
Langkah tersebut, lanjut putra Gubernur Sulawesi pertama ini, merupakan bentuk mitigasi yang perlu dilakukan pemerintah daerah.
“Kalau ada belanja makan minum secepatnya dicairkan karena orang butuh dana segar di tangan. Situasi orang lagi sulit. Ekonomi dan politik harus menyatu. Politik bagus ekonomi bagus. Ekonomi bagus politik bagus. Kalau politik gak bagus ekonomi harus dibuat bagus. Jadi percepat belanjanya,” tutupnya.
(Anggawirya Mega)
