Airmadidi – Drs Sem Tirayoh selaku Kabag Humas Pemkab Minut mengakui beragam oknum yang mengatasnamakan masyarakat Pulau Bangka dan mengerti lingkungan serta hukum tapi bukan warga Bangka dan tidak sesuai kenyataannya.
Dijelaskan Tirayoh, di Pulau Bangka banyak dive resort tidak miliki ijin, tapi berkoar pembuatan jeti dan eksplorasi justru yang tidak punya ijin. “Ini namanya maling teriak maling pada tuan rumah,” kata Tirayoh.
Pihak Pemkab Minut, dikatakan Tirayoh, tetap memberikan kesempatan pihak dive resort untuk memperpanjang ijin. “Karena ini arahan bupati, menjadikan Pulau Bangka juga daerah pariwisata, kita beri mereka waktu mengurusnya,” kata Tirayoh.
Untuk reklamasi pembuatan jeti, Tirayoh mengakui ijin dari Dirjen Perhubungan Laut tertanggal 15 April 2014. Sedangkan ijin eksplorasi sesuai putusan MA SK 183 dengan nomor putusan 24K/TUN/2014 tertanggal 6 Maret 2014.
“Menyangkut SK 162 MA tahun 2012 dengan nomor putusan 291K/TUN/2013, itu tak dipakai Pemkab Minut, karena dianggap kadaluarsa,” tandas Tirayoh.
Terkait pencemaran atau terjadi kerusakan lingkungan di Pulau Bangka, Tirayoh menantang agar berbicara sesuai fakta dan bukti. “Ini banyak ngomong rusak lingkungan. Dimana yang rusak? Apa yang rusak. Karena orang cerdas bicara sesuai fakta dan bukti,” tandas Tirayoh. (robintanauma)


Inilah sebenarnya kualitas PEMKAB kita, bilang maling teriak maling itu analog bahwa Pemkab MINUT adalah MALING, terlalu rendah, kedua kepentingan keberpihakkan juga sudah sangat kentara,bukan kewajiban Sem Tirayoh untuk mengatakan bahwa ijin Jeti itu sah, kemudian mempersalahkan para pemilik resort itu so dapa lia bahwa PEMKAB MINUT berlawanan dengan pemilik RESORT, Gila ini pemerintahan. Cuma gara gara investasi cina yg triliunan langsung mata mereka tertutup dengan kondisi lingkungan bukan cuma mata asli mata hati dengan mata iman lei trus buta. YAh masyarakat Minut so boleh lia ngoni pe kualitas pemerintah mUlai dari depe Bupati dengan jajaran,,,, cuma LIHAT PEMBANGUNAN itu dengan nilai DOI doi doi. So butul tulagu , Apa yang di cari Sompie Singal? Uang uang, apa yan g dicari PEmkab MInut uang uang uang uang uangggggg…… mar naka cucu yg tanggung akibat penambangan. Lelbe soe lei kwa dorang dibela oleh dua Prof Unsrat; Prof janny Kusen dengan Prof Charles Kepel, dua dua dorang pe alasan sama uang ini investasi triliunan resort ekowisata nda ada sumbangan apapun. So dorang ini yg cuma patuh pada pemerintah daerah karena dari situ dorang dapa makan katu, varek dengan lingkungan