“Pengobatan TCM saat ini sudah semakin compact, saya bahkan bisa memesan ramuan yang sudah di-custom untuk kondisi kesehatan badan saya pribadi, dikonsumsi dalam bentuk kapsul dan tidak perlu lagi repot menggondoknya sendiri. Saya pikir ini sangat memudahkan dan menjadi salah satu alasan TCM semakin diterima secara logis,” ujar Ian (42), seorang penderita agregrasi trombosit asal Jakarta ketika diwawancara Xinhua pada Sabtu (24/5).
Geliat pengobatan tradisional di Indonesia nyatanya terus berputar.
Di dalam negeri sendiri, saat ini institusi kesehatan atau rumah sakit telah terbuka untuk menerapkan pengobatan TCM untuk pasien mereka, seperti yang dilakukan Tzu Chi Hospital di Jakarta.
Di dunia pendidikan, Universitas Airlangga menjadi salah satu universitas negeri yang membuka jurusan terkait pengobatan tradisional TCM, usai kunjungan presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ke Universitas Tianjin dan Beijing pada 2003 silam.
Universitas Indonesia pada 2025 pun turut memperkuat kolaborasi akademik dan riset pengembangan ilmu pengobatan tradisional yang berbasis ilmiah dengan Hubei University of Chinese Medicine (HBUCM).
“Kami melihat peluang besar untuk saling berbagi pengetahuan dan metode antara pengobatan tradisional Indonesia dengan pengobatan tradisional China yang sudah berkembang secara sistematis di HBUCM,” ujar Rektor UI Heri Hermansyah di Kampus UI Depok, pada Senin, 14 April 2025, seperti dikutip dari Tempo.
(Sumber: Xinhua)
