
Hanny Joost Pajouw
Manado – Dengan adanya rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi perhatian khusus banyak kalangan, terutama para elit politik yang duduk sebagai wakil rakyat di parlemen.
Hanny Joost Pajouw, anggota DPRD Provinsi Sulut misalnya. Politisi Partai Golkar Sulut ini berpandangan, dengan adanya kenaikan BBM akan menimbulkan keresahaan ditengah masyarakat, terutama Usaha Kecil Menengah (UKM).
“Rencana kenaikan harga BBM ini meresahkan masyarakat terutama Usaha Kecil. Karena, pastinya akan mendorong naiknya tingkat inflasi yang berpengaruh kepada naiknya harga barang kebutuhan pokok di masyarakat,” tutur HJP, sapaan akrab Pajouw.
Dampak akan hal itu, kata HJP, akan menambah berat beban masyarakat dalam menjalani kehidupan dan banyak UKM yang akan ‘gulung tikar’.
“Masyarakat yang susah akan semakin susah.Akan semakin banyak usaha-usaha kecil yang akan tutup. Karena dengan naiknya harga kebutuhan pokok akan melemahkan daya beli masyarakat dipasaran, sebab tidak bertambahnya penghasilan mereka,” tegasnya.
HJP pun berharap, rencana menaikkan harga BBM perlu dipertimbangkan lagi, sehingga tidak menimbulkan dampak yang begitu besar bagi kehidupan masyarakat nasional.
“Harapannya pemerintah harus benar-benar memperhitungkan segala aspek sebelum memutuskan kebijakan yang diambil untuk menaikkan harga BBM Jangan karena salah mengambil kebijakan dan masyarakat kecil yang dikorbankan. Semoga kebijakan kenaikan BBM ini adalah alternatif terakhir yang harus diambil pemerintah karena memang sudah tidak ada pilihan lain lagi,” pungkasnya. (leriandokambey)
