Agama dan Pendidikan

Renungan Kristen: Bukalah Topeng memandang TUHAN

Bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan dunia ribut dan goncang dengan perdebatan/perbedaan dan kekuasaan, yang menghadirkan tangan tangan manusia yang kuat, tapi “nyanyian” suara-Nya diperdengarkan maka hancurlah semua hegimoni dan kesombongan.

Oleh karena Tuhan Allah pemilik segala yang ada di kolong langit ini! Tidak ada yang dapat memegahkan diri dengan kuda dan kereta.

Kekayaan dan kekuatan dunia ini hanya sementara (ay 7-9) tetapi mereka yang selalu memandang “pekerjaan Tuhan” yang tunduk dan setia kepada Allah mendapat perlindungan dalam kota Allah tempat kediaman kita, sebab disanalah mengalir aliran-aliran sungai, yakni berkat berkat hidup sekalipun harus berhadapan dengan berbagai tantangan karena Allah menyertai kita (ay 12).

Pandemi covid-19 bagaikan “Festival-masker”

Kita seperti terhukum untuk “membalikan norma sosial” akibat social-distancing.

Padahal wajah kita ditutup untuk menghindari bahaya penyebaran.

Tetapi jauh lebih berbahaya wajah yang tanpa masker tapi mempraktekan “sihir Asyur” yang menyebarkan “kebencian,hoax,ancaman,pengrusakan,suka ribut bahkan tergoncang lemah” kita seperti menutup muka (masker) terhadap mereka yang berteriak minta tolong, kesusahan,kesulitan.

Kita sama-sama mengklaim berada di kota “Benteng” milik Allah, milik Sang-Pencipta tapi kita tidak hidup damai dan sukacita.

Ingat sebuah syair lagu “tapi buka dulu topengmu,..buka dulu topengmu, biar kulihat warnamu” (penggalan syair TOPENG by Peterpan).

Topeng (masker) sekarang dipakai siapa saja tak pandang kaya miskin tapi dia bisa menjadi simbol kerakusan dan telah lasim.

Topeng menjadi “trend”tapi dia bisa jadi senjata meraih kepuasan dan kesenangan.

Pada ayat 9 “pergilah pandanglah pekerjaan Tuhan” dengan iman kita bukan dengan “topeng” (masker) hipokrit kita.

Batusaiki,

Juli Minggu III 2020
Pdt Lucky Rumopa MTh

Baca juga:

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara