
Manado- Tim Seleksi (Timsel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut yang diketuai Prof Loetje Kawet menemui cobaan pertamanya.
Begitu nama hasil seleksi berkas diumumkan ke publik, langsung menuai protes sejumlah figur yang tidak lolos. Yang jatuh dalam seleksi berkas ini malah telah bertekad akan berjuang hingga ke KPU pusat di Jakarta, supaya Timsel dibubarkan saja.
“Aturan mengijinkan Timsel diambil alih KPU pusat,” kata Robiyanto Suid, anggota KPU Bolmong dan Kotamobagu yang ikut menyerahkan berkas, namun tidak lolos berkas, Senin (11/3).
Pengamat politik dan akademisi Unsrat Mahyudin Damis, juga berkasnya tidak lulus, mengajak seluruh peserta yang berkeberatan dengan cara rekrutmen Timsel untuk mengadukan masalah mereka ke KPU pusat.
“Iya kita ke Jakarta dan berjuang supaya Timsel bisa dibubarkan,” ulasnya.
Para pihak itu telah menyerahkan surat keberatan hasil seleksi berkas ke Timsel KPU provinsi. (alf)

sudah saya bilang sebelumnya bhw penyelenggara pemilu (kpu itu mulai pusat hingga jajarannya di daerah sampai kecamatan) tidak beres alias brengsek meskipun tdk semuanya ada juga yg baik. contoh soal, seorang oknum kpu sulut yg dulu sempat ramai dibicarakan org krn diduga menerima uang dari salah seorang bakal calon gubernur…lucunya oknum itu ikut lagi pencalonan sbg anggota kpu sulut oleh timsel yg diketuai prof.lotje kawet lulus berkas dan sdh melewati tes tertulis (syirik ngana man itu kan haknya dia)… jadi solusinya begini utk semua orang yg “gemas” melihat tingkah kpu yg gak betul itu… ada preseden spt case KPI (Komisi Penyiaran Indnesia) dipangkas hampir semua wewenangnya oleh putusan MK dan hanya disisakan memberikan rekomendasi. begitu juga thd KPU dgn semua ketidakbecusan dan kebobrokannya ibarat penyakit kanker radangnya so sampai stadium 4), ajukan judicial review atas undang2 penyelenggara pemilu oleh lembaga yg punya legal standing utk menggugat minta dipangkas kewenangan kpu yg penting dan krusial diambil alih oleh pemerintah tinggal kase sisa wewenang mereka memberikan rekomendasi saja…biar uang negara yg kata pak Mahyudin Damis tdk terbuang percuma apalagi klo dikorupsi. ada yurisprudensinya kok sama2 komisi…beres kan ????????
Tim seleksi sebetulnya tidak berkepentingan terhadap para calon anggota, ketika ada masukkan dan saran, harus cepat akomodir. kembali ke konsep kesadaran berpolitik sesuai tupoksi kelembagaan untuk merekrut anggota dengan nilai-niali independensi. jika berkeras hati, bersihkukukuh dengan pola perekrutan yang kurang diterima publik, maka publik akan beropini negatif untuk semua maksud dan tujuan para timsel.
Jika sikap kerendahan hati, sikap terbuka dilakukan oleh timsel kpu yang diketuai lotje kawet dilakukan/diralat sejak pada proses seleksi berkas, maka kekisruhan, polemik ini tidak akan berlanjut. kerendahan hati, kebesaran dan keterbukaan hati terhadap masalah, berjiwa besar (komponen etika dan budaya politik), menerima kritik/masukkan sebagai modal utama para akademisi yang menjunjung kebebasan, mimbar akademik.
Petinggi partai politik se sulut harus sikap masalah ini. para anggota DPD, para penegak hukum seharusnya MENCAMPURI kejanggalan seleksi ini. jangan diam dan hanya konsentrasi dengan partai masing-masing. HARUS AMBIL SIKAP.
Jika memang sulit untuk dikonfirmasi untuk mendapatkan informasi dan transparansi publik, Saya ingin bantu buat seluruh pencari keadilan. Silakan menyurat via email d/a [email protected] / via sms 08119880800, Ketua Bawaslu Pusat Dr. Muhammad/0213905889/0213907911, [email protected], Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Assidhique 0213905889/0213907911, ketua KPU Pusat email [email protected] via email [email protected], [email protected], [email protected], [email protected]
Solusinya sederhana : dilihat lagi seleksi berkasnya agar supaya adil, dengan melibatkan pemeriksa dari institusi berwenang supaya masyarakat puas. titik temu benar salahnya pada penelitian berkas awal. supaya proses seleksi lanjutan bisa jalan dan diterima publik secara keseluruhan.
bang jarod,kirim aja tiket nanti aku datang……..
Periksa ulang tu berkas seluruh calon oleh kpu pusat. kpu pusat jangan badiang di jakarta, turun langsung disulut, cuma 2 jam stenga nae pesawat sampe manado. jang kase biar orang sulut mencari kebenaran, so kacau, bakalae, riki so pake pihak kepolisian jaga tu sekretariat kantor kpu jangan ada anarkis. karna memang orang sulut pande-pande dan kritis. nimbole marah itu, karna memang demikian kalo orang-orang terbuka dan pande, nda pusing sapa tu timsel, kalo benar ato salah itu biasa, tapi musti turun langsung kpu pusat kong kase beres akang. mo kase tanggapan masyarakat kepada figur personil nanti, kong bagimana ley, sedangkan proses seleksi bermasalah. sistem dibenahi dulu, baru bisa di kase tanggapan, ya……yang jelas proses buruk skrg, jelas hasil akhir pasti buruk. KPU PUSAT cepat bertindak, turun langsung, nanti JAROD kirim akan tiket deng kase akang penginapan, asalkan kase lurus ini masalah, jangan pilih kasih. salah nyatakan salah, benar katakan benar.
Saya adalah mahasiswa strata dua pascasarjana. saya bersama teman saya sedang mengambil masalah untuk dijadikan judul penelitian sebagai prasyarat menyelesaikan studi s2. saya mewawancara dan fotokopi bukti dokumen dari para peserta yang tidak lulus sebagai bahan penelitian kami, dan untuk dokumen peserta yang lulus, kami tidak bisa dapat dari sekretariat kpu sulut di hotel sahid kawanua pusat kota, karena dianggap rahasia. saya dapat bukti bahwa otentifikasi bukti dokumen jelas. bahwa para pendaftar menerima tanda bukti kelengkapan berkas, diparaf, dan ditandatangani oleh penerima dan yang menyerahkan berkas. penerima berkas jelas telah ditandatangani dan punya nama lengkap penerima berkas. Hal ini harus dipertegas oleh panitia seleksi. bukan persoalan muka lama dan muka baru (reza mait), semua warga negara punya hak yang sama. ini adalah objek hukum, celah hukum, yang harus secepatnya diselesaikan agar legitimasi masyarakat terhadap kinerja timsel kpu sulut dan imbasnya terhadap legitimasi kinerja kpu pusat. solusinya : KPU Pusat mengambil alih proses seleksi dan memeriksa kembali seluruh berkas kelengkapan administrasi yang lolos berkas dan tidak lolos, agar jelas bagi masyarakat pendaftar dan komunitas umum, karena skrg suhu politik meningkat saat proses pemilihan legislatif. redam anarkis dan pertahankan/kembalikan citra lembaga yang independen, netral. agar terbentuk 5 personil kpud yang legitimate di publik. untuk menjaga output personil yang diakui publik, maka saya berkesimpulan sementara sebelum mendahului wewenang institusi yang berkompeten, bahwa jika memang terbukti bersalah, maka timsel kpu sulut harus diganti untuk menjaga harmonisasi antara peserta dan penguji, tidak terjadi sentimen, dan kurangnya objektivitas penilaian. tahapan seleksi harus dihentikan dulu, sebelum ada solusi untuk masalah ini.
Argumen-argumen adalah kebebasan individu untuk menyatakan opini. benar atau salah sebuah opini, terletak pada pembuktian masalah berdasarkan data primer, dianalisis, diambil kesimpulan. Fenomena : lulus dan tidak lulus, kenapa tidak lulus? jawabannya berkas tidak lulus sesuai petunjuk teknis kelengkapan/prasyarat. Hasil temuan setelah saya turun langsung ke sekretariat kpu dan menjadi POKOK PERMASALAHAN ADALAH YANG LENGKAP BERKAS (14 SYARAT TELAH DIPENUHI) TAPI TIDAK DILULUSKAN. Silahkan forum berpikir, analisis tentang masalah ini. jangan emosional tapi kedepankan rasionalisasi dan logika ilmiah mengenai objek masalah, minimanilisir Bias pikir. fokus pada inti masalah, supaya kesimpulannya sesuai masalah dan sistematis, hindari arogan dan subjektivitas.
Sebaiknya ditunggu klarfikasi dari Timsel KPU, sebelum torang menghakimi dorang. Karena berita2 yang ada baru dari satu sisi, yakni dari yang tidak lolos seleksi berkas. Karena ini baru seleksi berkas, sebetulnya kan gampang mo tau sapa yang salah. Kalu ada pendaftar yang berkasnya lengkap tapi tidak diloloskan berarti Kinerja Timsel perlu dipertanyakan. Dilain pihak kalau pendaftar yang tidak lolos itu ada dorang pe berkas yang kurang atau terlambat dilengkapi, ya musti trima katu no kalu nda lolos.
Mendaftar di kpu pusat jo yg ndak lolos di Sulut…dapalia dorang so lebe jago dari kpup….wkwkwkk muka baru ley ba aksi..cpd
so ba gitu memang dunia sekarang.yang nda lulus pasti macam2. belum tantu ley dorang kal bagimana.torang sebagai pembaca rasa geli tare kal mo lia orang manado baku cungkel. kal memang nda lulus trima jo.ini 5 timsel ley qt rasa nda cuma daong lemong…..
Inilah wujud asli orang manado, so kalah tidak diterima langsung menyerang orang. Kalau memang nyanda jadi dan namamu tidak disebut; kase bale pa diri sandiri dulu. Kedua kalau memang Tuhan tidak berkenan kenapa ribut sana sini beking dosa baru. Siapa tahu sodara Tewu ada job lain yang sudah dipersiapkan oleh sang Khalik? Ini malah ribut mempersalahkan orang dengan segala macam argumen. Ketika keinginan kita tidak terpenuhi kita cenderung menyalahkan orang lain, bahkan mendendam. Berbahaya sodara. Nikmati hidup ini dengan apa yang sudah diberikan. Bibit bibit permusuhan seperti ini seperti api kecil yang dapat membakar seluruh tubuh bahkan orang lain. Semoga ada solusi yang baik buat sodara Tewu.
Preseden buruk bagi Pemilu yang torang samua harap adil. Lotje Kawet apa kabar???
Cekitdot
http://m.tribunnews.com/2012/01/19/lucky-sondakh-jangan-korbankan-seluruh-dosen
http://www.portalrom.com/index.php/more/kategori-lain1749623790/pendidikan/1403-kalalo-pemilihan-anggota-senat-tiga-guru-besar-diduga-plagiat
http://pewarta-indonesia.com/component/content/article/8084.html?joscclean=1&comment_id=3140
http://cybersulut.com/index.php?document_srl=7653348&mid=CastBeritaPendidikan&listStyle=viewer&page=13
satau saya lotje kawet mantan dekan, manta ketua kaum ibu GMIM. mudah2an ibu lotje punya rasa emphati dan tulus ikhlas dalam berpolitik. sayang sudah ternodai oleh cara menyeleksi yang tidak benar dan jujur. kasian. mudah2an ibu lotje bisa mengklarifikasi, bisa menerima kritikan, sehingga bisa ambil keputusan yang baik dan benar sesuai kapasitasnya sebagai ketua kaum ibu. semoga ibu…..
Ketua timsel lotje kawet salah pangkas. kalo mau main pangkas, jangan pada tahap seleksi berkas. pada tahap seleksi berkas, jika lengkap berdasarkan juknis, pasti lengkap dan diikutsertakan. nanti di tahap seleksi tertulis, psikotes, tes kesehatan bisa dimainkan peranmu lotje. lotje tidak punya naluri cegah bahaya. akhirnya resistensi bermunculan. asas praduga tak bersalah ; bahwa lotje hanya menjadi boneka, pelengkap penderitaan demokrasi, hanya membawa misi kelompok/pribadi tertentu. lotje membawa misi, memanfaatkan momentum pertarungan demokrat sulut. entah pada kubu siapa,? lotje dimandatkan untuk memasukkan kelompok tertentu. bukti tertulis tidak ada, tapi komitmen lotje terhadap keberpihakkan terhadap kelompok tertentu sudah jelas, ketika terang-terangan memangkas figur-figur yang independen, kapabel, kredibel pada tahap seleksi berkas. kegamangan lotje, tidak meneliti secara saksama berkas calon, like en dislike, subjektifitas lotje dikedepankan, pengaruh usia yang sudah lansia, menyebabkan lotje tidak punya kepekaan lagi terhadap nilai reformasi demokrasi. lotje hidup dan dibesarkan dimasa orde baru, otomatis nilai-nilai konvensional, tradisi gaya politik orba tetap dipraktikkan. lotje didrive oleh kelompok tertentu. kita menjaga jangan sampai arus politik perebutan kekuasaan dengan mengisi orang-orang kelompok tertentu untuk menguasai lembaga independen, memanfaatkan perseteruan, agar bisa mengatur kecurangan yang bersifat massif dan terstruktur. Kita bisa melihat hubungan kausalitas, kedekatan, kekerabatan antara komposisi personil timsel unsrat, pimpinan salah satu partai daerah dan institusi keagamaan dan ormas lainnya, sehingga kita bisa memetakkan gerakan, ambisi kelompok dan ambisi pribadi lotje dalam mengisi pilar-pilar partai tertentu, pemilu legislatif dan pemilihan gubernur/wkl gubernur, serta pemilihan walikota/wakil walikota thn 2015. fondasi inilah yang dilakoni lotje sebagai titik awal untuk mewujudkan obsesi kelompok tertentu. MASYARAKAT, PEMERINTAH, DPRD, PARPOL, ORMAS, LSM, AKADEMISI MURNI, PEMERHATI SOSIAL POLITIK, MAHASISWA, agar bisa mengkritisi dan mengambil langkah-langkah preventif sebagai upaya untuk mewujudkan tatanan demokrasi yang sesungguhnya untuk daerah kita tercinta sulawesi utara, meredam niat-niat terselubung, menciderai demokrasi, MELALUI PEMAKSULAN/PENGKEBIRIAN HAK ANAK BANGSA UNTUK MASUK DALAM LEMBAGA KPU PROVINSI SULAWESI UTARA MELALUI FENOMENA/MASALAH KETIDAKLULUSAN BERKAS PADAHAL BERDASARKAN BERKAS CALON SUDAH DIANGGAP LENGKAP TAPI DINYATAKAN OLEH KETUA TIMSEL “TIDAK LENGKAP”. untuk membuktikannya, KPU Pusat, aparat penegak hukum atau para penegak hukum lainnya bisa mengambil langsung dari bukti otentik pada para calon. selamat berdemokrasi dengan jujur lotje. hak anak bangsa harus dikedepankan. Tuhan menangis melihat putra-putri terbaik daerah yang dikebiri oleh generasi tua yang tidak punya sense of mine, sense of belonging terhadap daerah tercinta. ekspresi politik mereka dipasung oleh oknum timsel kpu sulut. dimanakah nilai akademik anda?????? moral dan kejujuran anda?????? murid kencing berdiri, guru kencing berlari.
SURAT BUAT KOMISI PEMILIHAN UMUM PUSAT
Kepada Yang Terhormat:
– Husni Kamil Manik, S.P (Ketua)
– Ida Budhiati, SH., MH
– Sigit Pamungkas, S.IP., MA
– Arief Budiman, S.S., S.IP., MBA
– Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, S.IP., M.Si
– Drs. Hadar Nafis Gumay
– Juri Ardiantoro, M.Si
SIFATNYA URGENT.
PERIHAL : AMBIL ALIH OLEH KPU PUSAT UNTUK TAHAPAN PROSES SELEKSI ANGGOTA KPU SULUT.
PRAKTIK YANG TIDAK BERDASARKAN JUKNIS, TIDAK INDEPENDEN, TIDAK KONSISTEN, TIDAK JUJUR DILAKUKAN OLEH KETUA TIMSEL KPU SULUT, MEMANGKAS BERKAS ADMINISTRASI CALON YANG LENGKAP (DIBUKTIKAN OLEH TANDA TERIMA BERKAS/BUKTI OTENTIK)
DENGAN HORMAT
Kronologis pemberitaan hasil seleksi berkas kpu sulut:
Pengumuman hasil seleksi berkas dimulai pada hari minggu 10 maret Melalui Koran Manado Post diumumkan 46 peserta lolos berkas. pernyataan ketua timsel hari senin, 11 maret 2013 menyatakan ada 64 yang lolos seleksi berkas untuk tes selanjutnya(Manado Post hal. 8), hari yang sama diharian (KOMENTAR HAL 13)pernyataan sekretaris kpu: jouna oroh menyatakan bahwa ada 67 pendaftar akan diverifikasi untuk diumumkan. interpretasi pemberitaan ini bahwa proses verifikasi masih dalam tahap pemeriksaan kelengkapan berkas administrasi yang dilakukan olek sekretaris kpu, tapi telah diumumkan secara prematur, sepihak oleh lotje kawet. ADA APA DENGAN LOTJE KAWET? SIAPA DIBELAKANG/GANDENGAN/KELOMPOK SIAPA/TANDEM LOTJE KAWET? Netralitas? Independen? integritas? jujur? apakah mendidik dalam iklim demokrasi?
tidak ada lembaga atupun person yang kebal hukum. Penyelenggara Pemilu berpedoman pada asas:
a. mandiri;
b. jujur;
c. adil;
d. kepastian hukum;
e. tertib;
f. kepentingan umum;
g. keterbukaan;
h. proporsionalitas;
i. profesionalitas;
j. akuntabilitas;
k. efisiensi; dan
l. efektivitas.
UU nomor 15 tahun 2011
Pasal 17
(2) Tim seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berjumlah 5 (lima) orang anggota yang berasal dari unsur akademisi, PROFESIONAL, dan masyarakat yang memiliki INTEGRITAS
Pasal 18
(1) Tim seleksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 melaksanakan tugasnya secara TERBUKA dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
b. menerima pendaftaran bakal calon anggota KPU Provinsi;
c. melakukan PENELITIAN ADMINISTRASI bakal calon anggota KPU Provinsi;
-INTEGRITAS ITU JUJUR, SESUAI APA YANG DIPIKIRKAN DAN DILAKSANAKAN
-PENELITIAN ADMINISTRASI; Penelitian/teliti berarti sesuai dengan kaidah-kaidah normatif, terukur.
Sangat-sangat disesalkan ketua tim seleksi lotje kawet seorang akademisi tapi tidak menunjukkan nilai kejujuran/integritas serta kaidah penelitian seorang akademisi yang harus terbuka dan tidak subjektif menilai dan memeriksa berkas kelengkapan calon dengan seobjektif-objektifnya. lotje kawet tidak mampu menerapkan teori Redam Konflik, menjaga kredibilitas lembaga terhormat kpu. Salah langkah: hal terbaik dan elegan, tanpa riak yang harus dilaksanakan lotje kawet untuk “MENYARING” adalah saat tes tertulis, wawancara, psikotes. kalau dalam tahapan seleksi berkas, anak SD saja bisa melengkapi berkas…..apalagi masyarakat umum dengan latar belakang yang beragam. (bukti kelengkapan berkas ada pada calon, menyangkut substansi dan konten prasyarat, yang di tandatangani oleh personil sekretariat)
Saya berharap KPU Pusat tidak tinggal diam dan harus meninjau kembali keputusan timsel lotje kawet, karena bagaimanapun lotje kawet adalah produk kpu pusat. hasil akhir dari PRODUK lotje kawet tidak punya legitimasi kuat untuk perpolitikan sulut 5 tahun ke depan.
Modus terselubung, proses pembodohan, praktik ketidakjujuran, permainan curang dilakoni oleh ketua timsel KPU SULUT lotje kawet yang menyalahi kode etik tim seleksi, mencederai undang – undang mengenai hal-hal tentang transparansi publik dan keterbukaan informasi.
Demi menjaga nama baik lembaga terhormat yang menjunjung tinggi nilai independensi dan integritas, kapabilitas, legitimasi publik sulut, maka kami meminta dengan sangat agar dapat memeriksa dan meninjau kembali Produk KPU Pusat perihal seluruh rangkaian tahapan proses seleksi (seleksi berkas administrasi seluruh calon) agar dapat MENGAMBIL ALIH (CARETAKER) seluruh rangkaian proses seleksi yang dilaksanakan oleh ketua timsel KPU SULUT.
SALAM INTEGRITAS!!!!!
TTD
(PARA PENERIMA BUKTI DOKUMEN ADMINISTRASI YANG LENGKAP TAPI DINYATAKAN TIDAK LENGKAP OLEH KETUA TIMSEL KPU SULUT – BUKTI OTENTIK)