
Penulis: Tim Redaksi
MANADO — Sulawesi Utara menutup tahun 2025 dengan rekor investasi yang memecah ekspektasi.
Realisasi investasi mencapai Rp10,1 triliun — melampaui target Rp9,3 triliun atau setara 109 persen dari yang dicanangkan.
Bersamaan dengan itu, pertumbuhan ekonomi provinsi ini tercatat 5,66 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11 persen.
Dua angka itu tidak berdiri sendiri.
Pemerintah provinsi menempuh sejumlah langkah struktural yang menyiapkan ekosistem investasi: revisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Utara dilakukan untuk memberi kepastian hukum atas penggunaan lahan.
Penyelesaian pembangunan Tahap IV Jalan Manado Outer Ringroad III memperkuat konektivitas logistik kawasan perkotaan.
Penetapan 63 blok Wilayah Pertambangan Rakyat membuka ruang legal bagi aktivitas pertambangan skala kecil yang selama ini beroperasi di zona abu-abu.
Lihat juga: Sulut Melampaui Rata-Rata Nasional: Satu Tahun Kepemimpinan yang Berbuah Angka
Revitalisasi Wisata Sulut: Sumaruendo dan Bukit Kasih Kanonang
Sektor pariwisata mendapat perhatian serius dalam agenda pertumbuhan ekonomi daerah.
Revitalisasi Objek Wisata Sumaruendo di Remboken, Minahasa, dan revitalisasi Objek Wisata Bukit Kasih Kanonang menjadi bagian dari strategi menarik kunjungan wisatawan — baik domestik maupun mancanegara — yang pada gilirannya menghidupkan ekosistem ekonomi lokal.
Gini Rasio turun, UMP naik Rp4 juta, 8.000 hektare sawah dibuka — ekonomi Sulut tumbuh merata
Di balik pertumbuhan yang impresif, ada sinyal yang lebih penting: Gini Rasio turun dari 0,347 menjadi 0,341.
Artinya, pertumbuhan ini bukan hanya mengangkat agregat, tetapi juga mulai menyentuh lapisan bawah.
UMP 2026 yang naik 6,01 persen menjadi Rp4.002.630 memperkuat daya beli pekerja formal.
Sementara pembukaan sekitar 8.000 hektare sawah baru di berbagai kabupaten/kota menciptakan lapangan kerja sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah — yang secara tidak langsung menekan tekanan inflasi pangan.
Program Makan Bergizi Gratis: 162 Unit SPPG Beroperasi di Sulut
Percepatan Program Makan Bergizi Gratis dengan 162 unit SPPG yang beroperasi bukan hanya program sosial.
Data Program MBG Sulut per Mei 2026:
- Total unit SPPG terdaftar: 162 unit
- Unit aktif mendistribusikan: 148 unit
- Cakupan: seluruh kabupaten/kota Sulawesi Utara
Dari perspektif ekonomi, distribusi makanan bergizi ke masyarakat — terutama kepada kelompok anak usia sekolah — adalah investasi dalam produktivitas generasi mendatang, sekaligus stimulus konsumsi yang berputar di ekonomi lokal.
