“Sungguh ironis dan sangat kecewa, kesal dan marah. Apa yang kami lakukan bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat serta pemerintah Sulut, Polisi dan TNI serta seluruh komponen masyarakat selama ini, sejak dulu dan sementara terus kami lakukan, seolah tidak ada artinya hanya karena ambisi dan kepentingan politik sesaat,” tuturnya.
Padahal, salah satu tugas dan fungsi anggota dewan yang terhormat selain legislasi (menyusun dan membahas undang-undang), fungsi anggaran dan fungsi pengawasan juga menjaga etika, turut menjaga kerukunan dan kedamaian serta toleransi ditengah masyarakat.
“Marilah kita ikuti ajang kontestasi Pilkada Sulut ini dengan baik. Para kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur adalah orang-orang hebat, terbaik dan telah melalui serangkaian seleksi ketat dan telah ditetapkan KPU sesuai aturan hukum. Gaungkan visi misi program para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut dan bukan menyebar kebencian, permusuhan, intoleransi dan fitnah,” katanya.
Menurut Yosadi sendiri, siapapun yang terpilih dan mendapatkan amanat rakyat adalah pemimpin semua masyarakat Sulawesi Utara yang harus didukung dan didoakan bersama agar tugas yang diemban berjalan baik dan sukses.
(***/Frangki Wullur)
