
MANADO, BeritaManado.com — Malam keakraban Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayor Jenderal TNI (Purn) Yulius Selvanus bersama para seniman dan budayawan di Wisma Negara Bumi Beringin, Selasa (21/10/2025), meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pihak.
Namun bagi Sofyan Jimmy Yosadi, Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Sulut yang juga turut hadir dalam pertemuan itu, malam tersebut menjadi pengalaman yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya.
“Sepanjang pengalaman saya berdialog dengan beberapa gubernur, baru kali ini diskusi berlangsung hingga pukul setengah tiga pagi. Stamina dan cara berkomunikasi Pak Gubernur luar biasa,” ungkap Sofyan.
Acara yang dimulai dengan makan malam dan pertunjukan seni itu berlanjut menjadi dialog hangat dan terbuka antara Gubernur Yulius Selvanus dan para perwakilan seniman-budayawan.
Diskusi berlangsung selama hampir lima jam, dari pukul 21.30 hingga 02.30 dini hari.
Yang membuat para peserta kagum, Gubernur tetap bersemangat meski keesokan paginya harus membuka Festival Bunaken dan menerima banyak tamu penting hingga malam hari.
Menurut Sofyan, pertemuan itu menunjukkan karakter kepemimpinan Yulius Selvanus yang terbuka terhadap kritik dan penuh dedikasi.
“Gubernur tidak anti kritik, malah senang dikritik. Beliau menjelaskan banyak hal secara lugas, termasuk soal penataan aset pemerintah, pembenahan SDM, dan pentingnya pemajuan kebudayaan yang berjalan seiring dengan pariwisata,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Gubernur juga menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi, terutama di lingkungan pejabat dan pegawai Pemprov Sulut.
“Bagaimana mau maju Sulut kalau korupsi masih merajalela, bahkan di lingkungan pemerintah sendiri,” tegas Gubernur seperti dikutip Sofyan.
Selain itu, Gubernur menyoroti kondisi tata kota Manado yang menjadi wajah pariwisata Sulut.
Salah satu perhatian utamanya adalah bangunan tua tak terawat di samping Hotel Gran Puri, yang dinilai merusak estetika kota dan akan segera dibongkar.
“Kota Manado adalah barometer pariwisata Sulut. Maka harus terus dibenahi,” kata Gubernur.
Sofyan menilai ketulusan Yulius Selvanus terlihat jelas dari tindakan nyatanya.
Ia menceritakan bagaimana Gubernur rela menggunakan dana pribadi untuk menjalankan berbagai program yang belum tertata dalam APBD, demi memastikan visi dan misinya tetap berjalan.
“Pak Gubernur bahkan membiayai sendiri pasokan air ke Wisma Negara Bumi Beringin karena pasokan air macet. Setiap hari truk tangki dari Warembungan mengirim air ke sana, semuanya dibiayai dari dana pribadi beliau,” ungkap Sofyan dengan nada prihatin.
Ia menegaskan bahwa para seniman dan budayawan akan terus mengawal janji-janji Gubernur dengan cara santun dan penuh etika.
“Kritik dan saran adalah bentuk cinta kami kepada pemimpin. Kami akan terus mendukung dan mendoakan agar Gubernur, Wakil Gubernur, serta jajaran pemerintah provinsi melaksanakan komitmen mereka dengan sebaik-baiknya,” tutup Sofyan.
