
MANADO, BeritaManado.com — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan kembali komitmennya sebagai pemimpin bagi seluruh rakyat Sulawesi Utara, tanpa membeda-bedakan latar belakang politik, suku, agama, maupun golongan.
Pandangan itu disampaikan oleh Ivanry Matu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara, yang menilai bahwa semangat inklusif tersebut menjadi fondasi kuat pemerintahan Yulius Selvanus–Victor Mailangkay dalam menata birokrasi dan membangun daerah secara berkeadilan.
“Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay sejak awal menunjukkan komitmen untuk mewujudkan visi-misi pemerintahan dengan melibatkan semua pihak. Mulai dari ASN, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, hingga masyarakat luas,” ujar Ivanry.
Menurutnya, sejak awal menjabat, Gubernur Yulius sudah menegaskan bahwa masa Pilkada telah usai.
Kini, seluruh elemen masyarakat harus bersatu dalam semangat merah putih untuk membangun Sulawesi Utara.
“Tidak ada lagi warna partai. Yang ada hanyalah warna merah putih dan semangat kebersamaan untuk membangun daerah tercinta,” tegasnya.
Ivanry menilai sikap itu tampak jelas dari langkah-langkah Gubernur Yulius yang tidak terburu-buru melakukan perombakan jabatan di lingkungan Pemprov Sulut, meski berbagai spekulasi sempat merebak.
Hingga delapan bulan masa kepemimpinan, hanya satu-dua posisi yang diganti untuk mengisi kekosongan akibat pejabat pensiun.
“Pak Gubernur masih memberi kesempatan kepada para kepala perangkat daerah untuk menunjukkan kinerja terbaik. Bahkan, beberapa di antaranya mendapat promosi. Belum lama ini juga dilakukan assessment agar penilaian dilakukan objektif, profesional, dan sesuai kompetensi,” jelas Ivanry.
Dalam setiap rapat pimpinan, Gubernur Yulius kerap mengingatkan agar seluruh aparatur bekerja profesional dan menanggalkan sikap berkelompok.
“Bekerjalah untuk rakyat, bukan untuk kubu mana pun. ASN harus berdiri tegak di atas kepentingan publik,” kata Ivanry mengutip pesan yang kerap disampaikan Gubernur.
Terkait kedisiplinan ASN, Gubernur Yulius juga menegaskan bahwa setiap tindakan akan dinilai berdasarkan aturan dan etika kerja.
“Sanksi tetap akan diberikan sesuai Undang-Undang ASN dan norma etika aparatur. Pemerintahan ini ingin menegakkan profesionalisme dan integritas,” imbuh Ivanry.
Lebih dari itu, Gubernur Yulius dikenal sebagai pemimpin yang terbuka terhadap kritik dan gagasan dari siapa pun.
“Siapa saja yang datang dengan niat tulus membangun Sulawesi Utara akan diterima dengan tangan terbuka oleh Pak Gubernur,” tutur Ivanry.
Ia menilai, masih ada sebagian kecil pihak yang membawa residu politik pasca Pilkada, namun hal itu merupakan dinamika wajar dalam proses demokrasi.
“Sebagian yang dulu berseberangan mungkin belum mengenal sosok Yulius secara dekat. Tapi jika datang dan berdiskusi langsung, mereka akan tahu bahwa Pak Gubernur adalah pemimpin yang terbuka, rasional, dan mau mendengar,” kata Ivanry.
Menutup pandangannya, Ivanry menyerukan agar seluruh warga Sulawesi Utara bersatu mendukung kepemimpinan Yulius Selvanus dalam menata masa depan daerah.
