Ketegasan Olly tersebut, sudah tentu untuk menjaga keseimbangan alam.
Hebatnya, sampai hari ini tak ada lagi IUP baru yang diterbitkan sampai IUP tersebut menjadi kewenangan pusat.
Untuk bidang pariwisata, menurut Ruben jangan ditanya lagi.
Gebrakkan Olly – Steven mempromosikan Sulut, terus dilakukan.
Arus lalu lintas warga asing, semakin ramai dengan dibukanya penerbangan langsung dari Manado ke luar negeri.
Ruben bilang, hal ini memberikan dampak sosial bagi warga di semua kabupaten/kota.
“Income per kapita bertambah. Pertumbuhan ekonomi memuaskan, warga senang,” tuturnya.
Di era Olly – Steven, kata Ruben, kerukunan dalam keberagaman makin kokoh.
Katanya, tantangan Covid-19 yang melanda dunia, tak mampu menggoyahkan kebiasaan warga Sulut yang sudah terbiasa bergotong-royong.
Di sisi lain, Ruben turut menelisik masalah penguasaan tanah yang kerap diributkan beberapa oknum.
Menurut Ruben, praktik jual-beli tanah antara pemilik dan pembeli menjadi lumrah jika memang terjadi sesuai aturan.
Dan itu, ujar Ruben, menjadi konsekwensi di daerah yang maju.
“Apa yang harus dipermasalahkan jika transaksinya sah menurut hukum. Kalau ada istilah, penguasaan tanah berlebihan berdampak kepada petani dan nelayan, anggapan itu sangat salah,” tegasnya lagi.

Ruben menambahkan, sejauh ini Pemprov Sulut konsisten memberikan kebijakan yang menguntungkan petani dan nelayan.
“Jadi bagi yang mengkritik, harus lebih banyak jalan-jalan lagi,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
