
Manado, BeritaManado.com — Keberhasilan kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw dalam sistem demokratisasi pemerintahan, sejalan dengan perintah undang-undang.
Penegasan itu disampaikan Pengamat Sosial dan Politik, Ruben Saerang, Senin (24/4/2023).
Menurut Ruben Saerang, hebatnya Olly – Steven memimpin Sulut telah diakui mayoritas rakyat bumi nyiur melambai, bukan hanya segelintir orang.
Itu dibuktikan dengan pilihan rakyat selama dua periode, dan dibalas Olly – Steven lewat berbagai program pembangunan hebat.
Ruben mengatakan, poin jitu dalam pemerintahan Olly – Steven adalah penerapan sistem merit untuk membangun birokrasi handal.
Dikatakan, dua kader PDIP itu, menerapkan kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, kinerja, serta diberlakukan secara adil dan wajar tanpa diskriminasi.
“Dan itu juga diakui kementerian dan berbagai lembaga bonafide,” ujar Ruben.
Dengan sistem merit, lanjut Ruben, tatanan birokrasi menciptakan pemerintahan yang baik sudah terjadi.
Selain itu, Olly – Steven juga menjunjung tinggi regenerasi dan prestasi ASN untuk menduduki jabatan tertentu, dengan melihat rekam jejak positif.
Ruben juga memberikan jempol atas perhatian Olly – Steven kepada lingkungan.
Sejatinya, lanjut Ruben, Sulut adalah lokasi kaya dengan berbagai sumber daya alam melimpah.
Alhasil, sejumlah area pertambangan ada di daerah ini.
Olly – Steven pun memaksimalkan hasil alam itu demi kepentingan daerah.
Sehingga, kata Ruben, para investor diberikan kesempatan mengelola, dan semua jenis eksplorasi harus sesuai peraturan dan pengawasan ketat.
“Pastinya dengan memprioritaskan kondisi lingkungan sekitar dan terus menjaga ekosistem alam. Ini sudah komitmen Olly – Steven,” tegasnya.
Komitmen menjaga ekosistem alam, sangat ketat dalam monitor Olly Dondokambey.
Olly mengevaluasi penuh para pemilik modal yang akan mengeksplore kekayaan alam Sulut.
Fakta berbicara, di awal pemerintahannya, Olly langsung mencabut izin usaha pertambangan (IUP) 32 tambang mas.
Ketegasan Olly tersebut, sudah tentu untuk menjaga keseimbangan alam.
Hebatnya, sampai hari ini tak ada lagi IUP baru yang diterbitkan sampai IUP tersebut menjadi kewenangan pusat.
Untuk bidang pariwisata, menurut Ruben jangan ditanya lagi.
Gebrakkan Olly – Steven mempromosikan Sulut, terus dilakukan.
Arus lalu lintas warga asing, semakin ramai dengan dibukanya penerbangan langsung dari Manado ke luar negeri.
Ruben bilang, hal ini memberikan dampak sosial bagi warga di semua kabupaten/kota.
“Income per kapita bertambah. Pertumbuhan ekonomi memuaskan, warga senang,” tuturnya.
Di era Olly – Steven, kata Ruben, kerukunan dalam keberagaman makin kokoh.
Katanya, tantangan Covid-19 yang melanda dunia, tak mampu menggoyahkan kebiasaan warga Sulut yang sudah terbiasa bergotong-royong.
Di sisi lain, Ruben turut menelisik masalah penguasaan tanah yang kerap diributkan beberapa oknum.
Menurut Ruben, praktik jual-beli tanah antara pemilik dan pembeli menjadi lumrah jika memang terjadi sesuai aturan.
Dan itu, ujar Ruben, menjadi konsekwensi di daerah yang maju.
“Apa yang harus dipermasalahkan jika transaksinya sah menurut hukum. Kalau ada istilah, penguasaan tanah berlebihan berdampak kepada petani dan nelayan, anggapan itu sangat salah,” tegasnya lagi.

Ruben menambahkan, sejauh ini Pemprov Sulut konsisten memberikan kebijakan yang menguntungkan petani dan nelayan.
“Jadi bagi yang mengkritik, harus lebih banyak jalan-jalan lagi,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
