
Penulis: Tim Redaksi
MINAHASA UTARA – Penguatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, perlindungan pekerja hingga pengembangan sumber daya manusia menjadi sejumlah agenda yang mewarnai aktivitas Bupati Minahasa Utara Dr. Joune J. E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si sepanjang Oktober 2026.
Berbagai kegiatan tersebut menyentuh sejumlah sektor penting, mulai dari pengembangan komoditas unggulan daerah, peningkatan akses kesehatan, penguatan tata kelola pemerintahan hingga pemberdayaan masyarakat desa.
Salah satu perhatian utama Joune terlihat pada pengembangan industri kelapa.
Saat mewakili Ketua Umum APKASI dalam Musyawarah Nasional II Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (KOPEK) 2026 di Manado, 7 Oktober, ia mengingatkan agar pengembangan industri tidak hanya berorientasi pada perdagangan.
Menurut Joune, masa depan industri kelapa ditentukan oleh kemampuan menjaga kebun, mempertahankan petani, sekaligus memastikan nilai tambah kembali kepada masyarakat.
“Peluang industri kelapa sangat terbuka lebar dan menjanjikan. Namun hal itu tetap harus berdampak luas secara ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya.
Perhatian terhadap sektor ini juga mendapat pengakuan dari International Coconut Community (ICC). Pada 8 Oktober, Joune menerima penghargaan atas kontribusi Minahasa Utara dalam pengembangan komoditas kelapa, termasuk pembibitan dan peremajaan tanaman.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian World Coconut Day 2026 di Manado.

Di sektor pelayanan publik, perhatian Joune terlihat pada kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Klabat.
Saat meninjau posko penanganan karhutla pada 1 Oktober, ia mengingatkan seluruh petugas agar mengutamakan keselamatan dalam menjalankan operasi pemadaman.
“Keselamatan jiwa lebih utama,” menjadi penekanan Joune kepada personel yang bertugas di lapangan.
Ia juga mengecek kesiapan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Minahasa Utara serta mengapresiasi tugas petugas yang harus siap memberikan pelayanan selama 24 jam.
Pada bidang kesehatan, Joune bersama ILUNI UI Wilayah Sulawesi Utara dan Dinas Kesehatan Minahasa Utara menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis dengan melibatkan sejumlah dokter spesialis.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Kauditan I pada 17 Oktober itu menyediakan layanan pemeriksaan jantung, penyakit dalam, saraf, mata, anak, kebidanan dan kandungan, serta sejumlah layanan kesehatan lainnya.
Joune menyebut kegiatan tersebut sebagai pengembangan dari pelayanan kesehatan gratis yang selama ini dilaksanakan pemerintah daerah.
“Ini pemeriksaan kesehatan gratis plus. Bukan hanya pemeriksaan kesehatan umum, tetapi ditambahkan juga pemeriksaan oleh dokter spesialis. Untuk Minahasa Utara, ini pertama kali kita laksanakan,” kata Joune.
Perlindungan masyarakat yang bekerja juga menjadi perhatian.
Dalam rapat paripurna DPRD Minahasa Utara pada 17 Oktober, Joune mendorong penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan agar perlindungan tidak hanya menjangkau pekerja formal, tetapi juga sektor informal.
“Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan harus dipandang sebagai kebutuhan dasar pekerja, bukan semata-mata kewajiban administratif,” tegasnya.
Di bidang pendidikan dan tata kelola pemerintahan, Joune mengikuti penandatanganan kesepakatan bersama serta sosialisasi pendidikan antikorupsi pada 16 Oktober.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti dugaan praktik pemberian uang untuk mempertahankan jabatan kepala sekolah.
Joune bahkan membuka opsi pergantian seluruh kepala sekolah sebagai salah satu gagasan untuk memutus persoalan yang dinilai sulit diungkap.
Ia menegaskan perlunya menelusuri informasi tersebut secara serius dan memberikan perlindungan kepada pihak yang berani melaporkan dugaan pelanggaran.
Penguatan peran masyarakat desa turut menjadi bagian dari agendanya.
Saat pelantikan pengurus Srikandi Jaga Desa dan Aslinmas Minahasa Utara pada 15 Oktober, Joune berharap kedua organisasi tersebut ikut mengawal program pemerintah dan membantu menyelesaikan persoalan warga dari tingkat desa.
“Sebagai bupati, tentu kita akan merasa tenang dan nyaman apabila semua persoalan sudah bisa diselesaikan di desa,” kata Joune.
Sementara itu, pengembangan potensi generasi muda mendapat ruang melalui Pemilihan Keke dan Utu Minahasa Utara 2026.
Sebanyak 33 peserta mengikuti Big Audition untuk memperebutkan 12 tempat di tahapan finalis. Dalam sambutan yang dibacakan Asisten III, pemerintah daerah menekankan pentingnya integritas, wawasan, dan karakter peserta sebagai representasi daerah.
Di bidang sosial dan keagamaan, Joune juga mengambil bagian dalam Open Tournament Baca Kitab Mazmur se-Sulawesi Utara yang diselenggarakan PIKI Minahasa Utara. Kegiatan pada 2–4 Oktober tersebut diikuti 305 peserta dari berbagai kelompok usia.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan uang tunai dan trofi kepada para pemenang pada 24 Oktober.
Selain agenda pemerintahan, Joune yang juga Ketua ILUNI UI Wilayah Sulawesi Utara mengajak para alumni memperkuat kolaborasi lintas profesi untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikannya saat membuka rangkaian HUT ke-10 ILUNI UI Sulut pada 3 Oktober.
Menurut Joune, keberagaman latar belakang alumni di bidang pemerintahan, usaha, kesehatan, dan pendidikan merupakan potensi yang dapat dikonsolidasikan untuk kepentingan masyarakat.
Berbagai agenda sepanjang Oktober tersebut memperlihatkan luasnya perhatian yang diarahkan pada pembangunan Minahasa Utara, mulai dari penguatan ekonomi berbasis potensi daerah hingga peningkatan kualitas pelayanan dasar.
Tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai komitmen dan program tersebut dapat berlanjut menjadi hasil yang terukur serta dirasakan langsung oleh masyarakat.
