
Jakarta – Warna-warni kehidupan beragama di Tanah Toar Lumimuut bakal bertambah. Kalau saat ini telah ada simbol kerukunan di puncak objek wisata Bukit Kasih melalui kehadiran sebuah Klenteng, maka dalam beberapa tahun kedepan di Minahasa akan hadi sesuatu yang lebih besar. Ide dan kerinduan itu lahir dari seorang tokoh sekaligus Ketua Komuitas Budaya Tionghoa Sulawesi Utara Sofyan Jimmy Yosadi SH.
Kepada BeritaManado.com, Minggu (5/2/2017) sore, Sofyan Yosadi menuturkan bahwa hal itu sudah menjadi tekadnya sejak lama. Di dalamnya bukan hanya Klenteng, namun juga segala sesuatu yang beraroma budaya Tionghoa dengan ukuran yang cukup besar.
“Sebagai tempat ibadah, tentu saja akan dibangun Klenteng untuk kegiatan-kegiatan keagamaan umat Khonghucu. Namun itu akan dipadukan dengan area wisata kuliner, tempat atraksi budaya Tionghoa. Selain itu akan dibangun juga sekolah dan perguruan tinggi bertaraf internasional yang berbasis bahasa mandarin dan inggris. Namun tak ketinggalan juga panti asuhan dan panti jompo, serta masih banyak lagi yang memungkinkan dipadukan dalam Taman Budaya tersebut,” jelas Yosadi.
Tokoh yang sangat akrab dengan para awak media ini mengungkapkan optimismenya, bahwa apa yang didambakannya itu suatu saat akan terwujud, sebab ada pihak-pihak yang bersedia menunjang pembangunan, baik yang ada di Indonesia maupun Tiongkok.
Untuk lokasi pembangunan Taman Budaya Tionghoa itu, Sofyan Yosadi belum menyebutkan tepatnya di wilayah mana, akan tetapi dipastikan di Kabupaten Minahasa.
“Alasan saya akan menghadirkan Taman Budaya Tionghoa di Minahasa, karena daerah ini adalah tanah yang diberkati, rukun dan damai. Masyarakatnya sangat ramah kepada siapapun. Saya juga sebenarnya adalah Tou Minahasa, karena lahir dan besar di Minahasa dari seorang ibu asal Tomohon,” tuturnya.
Untuk lokasi pembangunan sudah ada beberapa yang jadi target. Namun akans angat cocok jika mendapatkan lahan dengan struktur tanah berbukit. Itu akan membuat Klenteng yang ada akan dibangun berbeda dengan tempat-tempat ibadah serupa. Yang pasti akan dipertimbangkan akses menuju lokasi Taman Budaya Tionghoa.
Lebih jauh soal rencana ini, ada sisi lain yang sangat dinanti dengan kehadiran Taman Budaya Tionghoa ini. Hal itu adalah lahirnya atlit-atlit muda potensial dan berprestasi dari olahraga Wushu dan Barongsai dari Minahasa. Sejatinya kedua hal ini bisa juga dilakoni oleh orang Minahasa. (frangkiwullur)
