Opini

New Normal Pilkada 2020

Seperti apakah training dengan Virtual Reality yang dimaksud? Pada dasarnya, pelatihan kerja VR dilakukan secara simpel, menempatkan trainee di lingkungan 3D interactive yang relevan dengan materi yang mau diajarkan berbantu headset audio-visual. Cukup sampai sini, trainee sudah bisa merasakan lingkungan kerja sebenarnya.

Mungkinkah VR Training bisa dilakukan bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) serta KPPS, tergantung KPU dalam aturan teknisnya.

Sebuah lembaga riset Forrester mengatakan, pelatihan kerja menggunakan VR Training dibutuhkan bagi berisiko kerja tinggi. Dalam situasi masa pademi Covid 19, penyelenggara pemilu Adhoc dalam melakukan setiap tahapannya merupakan salah satu kegiatan yang berisiko kerja tinggi. Karena bisa terpapar Covid 19 tetapi melalui VR training, petugas coklit bisa mensimulasi penggunaan perangkat virtual untuk bisa melakukan pemutahiran data pemilih. sehingga bisa terhindari dari risiko terpapar Covid 19.

Virtual reality sebagai alat bantu simulasi pada tahapan pemutakhiran pemilih bahkan juga pada tahapan pencalonan serta kampanye. Alih-alih menerjunkan langsung para penyelenggara pemilu ke lapangan, simulator VR bisa memperlihatkan suasana coklit, pendaftaran pencalonan bahkan kampanye seperti di lapangan. Bisa dibilang, ini cara yang lebih aman, dan terjamin keselamatan penyelenggara pemilu.

Dengan demikian pelaksanaan pilkada 2020 dengan tatanan normal baru dapat dilaksanakan oleh penyelenggara pemilu tentu dengan mematuhi protokol kesehatan semoga.

@JAS
Paniki Dua, 27 Mei 2020 (Malam)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara