Agama dan Pendidikan

Memaknai Kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia

Pancasila sebagai landasan atau pilar hidup bersama penting dan menarik perhatian Vatikan sejak lama.

Pada tahun 1947 Vatikan termasuk negara pertama yang mengakui kedaulatan dan kemerdekaan RI.

Pancasila memungkinkan kita untuk hidup secara harmonis dan damai satu dengan yang lain, memungkinkan keanekaragaman bertumbuh dan diwujudkan.

Nilai-nilai Pancasila menjadikan Indonesia suatu negara majemuk (multikultural, multietnis, multireligius) yang bersatu.

Kunjungan ini adalah menunjukkan kedekatan beliau tidak hanya dengan umat Katolik tetapi juga dengan seluruh masyarakat Indonesia

Motto yang diambil untuk kepemimpinan sebagai Paus, Kepala Gereja Katolik sedunia/universal adalah “Miserando atque Eligendo” (Patut diberi belas kasih namun dipilih).

“Kita memandang beliau sebagai tokoh iman serta tokoh kemanusiaan dan perdamaian, atau lebih tepat pelayan iman serta pelayan kemanusiaan dan perdamaian,” kata Pastor Mangkey.

Visi beliau sebagai Paus berkaitan dengan Gereja yang terbuka, inklusif dan bergerak ke luar, tidak tertutup pada diri sendiri.

Saya lebih menyukai Gereja yang memar, terluka dan kotor karena telah keluar ke jalan-jalan, daripada Gereja yang sakit karena menutup diri dan nyaman dengan diri sendiri,” (Evangelii Gaudium No. 49).

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara