Kegiatan ini telah dimulai dengan melakukan penyemaian bibit yang dilakukan oleh mahasiswa bersama warga pada Sabtu (15/7/2024).
Adanya implementasi pertanian permakultur di Kampung Malamenggu, diharapkan dapat mewujudkan sistem pertanian swadaya dan mengembalikan keseimbangan ekosistem alam.

Sebagai upaya preventif, implementasi kesiapan dalam menghadapi dampak perubahan iklim juga dilakukan dengan pelaksanaan pemetaan lokasi rawan bencana, khususnya tanah longsor.
Wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang sering diterjang hujan deras selama berhari-hari memperbesar potensi kejadian bencana tanah longsor.
Oleh karena itu, adanya pemetaan lokasi rawan bencana menjadi salah satu langkah konkret untuk meminimalisasi dampak bencana.
Selain itu, hasil pemetaan lokasi rawan bencana akan menjadi landasan dalam implementasi program pemasangan early warning system atau sistem peringatan dini bencana yang telah direncanakan akan diterapkan pada minggu kelima pelaksanaan KKN-PPM.
(***/JerryPalohoon)
