Manado – Data kepolisian bahwa kasus kriminalitas terutama yang berakibat pembunuhan oleh orang mabuk sebagian besar akibat telah mengomsumsi cap tikus.
Koning Lapasi dari asosiasi produsen minuman beralkohol (Aspromia), mengingatkan agar revisi Perda Miras dapat menyentuh generasi muda agar memiliki budaya malu.
“Mabuk! Generasi muda sekarang tak memiliki budaya malu. Padahal orang tua dulu juga minum cap tikus tapi tidak mabuk, tidak seperti yang dilakukan anak-anak muda sekarang”, tutur Koning Lapasi saat rapat revisi Perda Miras di DPRD Sulut, pekan lalu.
Lanjut Lapasi, agar Perda berjalan efektif, aparat terkait harus tegas menindaki pelanggar Perda.
“Misalnya, kedapatan mabuk saat mengendarai kendaraan, surat ijin mengemudi langsung dicabut. Jika eksekusi tegas pasti angka kecelakaan dan kriminalitas akibat miras akan berkurang drastis”, tukasnya. (jerrypalohoon)

Saat iini yg saya perhatikan bukan anak mudanya tidak ada budaya malu, tapi aparat hukumlah yg selama ini kurang efektif dlm memberantas miras…lebih tdk tau malu lagi aparat hukum itu sndri krna tdk bisa bertindak tegas trhdp pedagang miras yg dgn bebas menjual jenis2 miras. Sya kira pemimipin kepolisian daerah setempatlah yg harus bisa bertindak tegas.