Minahasa

Lidya Kaawoan: Pemimpin Harus Punya Filosofi Sebagai Dasar Pijakan

Lidya Kaawoan: Pemimpin Harus Punya Filosofi Sebagai Dasar Pijakan

Lidya Kaawoan

Penulis: Frangki Wullur | Langowan

Sebagai seorang calon pemimpin di Desa Walantakan, Lidya Kaawoan mengatakan dirinya memiliki sebuah filosofi sebagai dasar pijakan bilamana diberi amanat oleh masyarakat.

Calon Hukum Tua Desa Walantakan Nomor Urut 2 ini, kepada BeritaManado.com, Rabu (17/6/2026), mengatakan bahwa ada satu nilai yang dipegang.

Lidya Kaawoan mengatakan bahwa spirit seorang pemimpin yaitu sejauh mana dia menjadi pelayan bagi orang-orang yang dipimpinnya.

“Hal inilah yang diajarkan Tihan Yesus kepada kita sebagai pengikutnya. Dalam implementasinya, seorang pemimpin harus berani memposisikan dirinya sejajar dengan masyarakat yang dipimpinnya,, ungkap Lidya Kaawoan.

Ditambahkannya, jika posisi sang pemimpin sejajar dengan masyarakatnya, maka dia akan mampu merangkul orang-orang yang dipimpinnya untuk bersatu mewujudkan harapan bersama.

“Jadi secara spesifik filosofi yang saya pegang teguh yaitu seorang pemimpin adalah pelayan. Hal inilah yang akan menemani saya dalam mengemban tugas dan amanat masyarakat jika Tuhan berkenan, ” ujarnya.

Lidya memaknai filosofi tersebut bahwa jika seorang pemimpin punya dasar pijakan, maka ia akan mampu berdiri tegak untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk untuk menghadapi berbagai tantangan.

Di hari bersejarah bagi masyarakat Desa Walantakan ini, Lidya Kaawoan mengajak masyarakat yang ada untuk mewujudkan Desa Walantakan yang lebih maju.

Ia pun memohon doa restu dari masyarakat Desa Walantakan untuk mendapatkan amanat memimpin Desa Walantakan kedepan.

“Ayo kita ke tempat pemungutan suara dengan riang gembira. Ajak keluarga dan sahabat dan jangan lupa pilih Lidya Kaawoan, Calon Hukum Tua Desa Walantakan Nomor Urut 2,” harapnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara