MANADO – Teror yang marak ditujukan bagi ormas maupun LSM yang
berjuang bagi kepentingan orang banyak diindikasikan didalangi kepentingan
politik. Anton Miharjo selaku Ketua Badan Pengurus KontraS Sulawesi kepada
beritamanado, Sabtu (19/03) sore, menyatakan, menyayangkan teror bom yang menimpa Ulil Abshar Abdalla, selaku aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) di Jakarta, Selasa (15/03) lalu.
“Mengenai teror bom yang terjadi merupakan kelalaian dan merupakan tugas negara untuk melindungi warga negaranya. Pihak kepolisian seharunya bisa lebih cepat menerima informasi akan adanya aktivitas teror semacam ini,” tukasnya.
Miharjo merasa ada kepentingan politik dibalik peristiwa ini. “Tidak ada
peristiwa tanpa motif, polisi seharusnya punya daya tangkal dan lebih cepat
mengamankan pelaku teror, itu sudah fungsinya,” tambahnya. (mois)

Sekaliber Anton Miharjo, kok melontarkan spekulasi liar, “koki siap” saji dan tidak konprehenship!!