Penelitian sejarah ekonomi Minahasa menyebutkan bahwa kopi menjadi tanaman wajib pada pertengahan abad ke-19 dan menjadi penopang struktur ekonomi masyarakat waktu itu.
Salah satu jenis tanaman kopi yang dikembangkan di Langowan mirip Liberika, yang memiliki ciri khas ukuran buah yang besar dan agak lonjong.
Ciri-ciri Kopi Liberika yang berdaun besar, pohon tinggi dan buah yang besar dan agak lonjong juga ditemukan di Desa Sumarayar, Langowan Timur.
Meski hanya tinggak satu-satunya pohon kopi di desa itu, itu sudah cukup membuktikan jejak sejarah tanaman kopi di Langowan dengan jenis Liberika, disamping Arabika dan Robusta.
