Selama tiga hari mendampingi istri di sana, saya hampir tidak menemukan alasan untuk mengeluh.
Bahkan makanan pasien yang sering menjadi bahan candaan banyak orang pun menurut saya cukup baik.
Menunya teratur, gizinya diperhatikan, bahkan ada tambahan susu dan buah yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Dan setiap kali makanan datang, petugas selalu menyapa dengan ramah.
Mungkin bagi sebagian orang itu hal kecil.
Tetapi saya belajar, rumah sakit yang baik dibangun dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan hati besar.
Jujur, sebelum mengalami sendiri, saya juga sering mendengar berbagai cerita miring tentang RSUD Walanda Maramis.
Tetapi pengalaman kali ini mengubah cara pandang saya.
Saya melihat rumah sakit yang terus berbenah.
Saya melihat tenaga kesehatan yang bekerja bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menjaga harapan orang lain.
Saya melihat dokter dan perawat yang tidak hanya mengobati luka tubuh, tetapi juga menenangkan hati keluarga pasien.
Dan menurut saya, rumah sakit yang terus berbenah dengan ketulusan, jauh lebih mulia daripada tempat yang sibuk mengklaim dirinya paling terbaik.
RSUD Walanda Maramis mungkin belum sempurna.
Tetapi di tempat itu saya melihat sesuatu yang jauh lebih penting: manusia-manusia yang bekerja dengan hati.
Dan bagi saya, itulah wajah pelayanan kesehatan yang sesungguhnya.
Terima kasih orang-orang baik.
(***)
