
Penulis: Alfrits Semen | Minahasa Utara
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus memperkuat langkah pembangunan berkelanjutan melalui pengajuan proyek pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Pulau Mantehage dan Pulau Nain.
Program bertajuk Sustainable Community Development Based on Circular Waste Management in Island Areas of North Minahasa tersebut dipaparkan dalam rapat tindak lanjut proyek Official Development Assistance (ODA) yang difasilitasi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Mewakili Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Minahasa Utara, Sefferson Sumampouw, menjelaskan program ini dirancang untuk menjawab persoalan sampah di wilayah kepulauan sekaligus mendukung pengembangan ekowisata di kawasan penyangga Taman Nasional Bunaken.
Menurutnya, masyarakat akan menjadi aktor utama dalam sistem pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan, pemilahan, pengolahan hingga pemanfaatan kembali sampah yang memiliki nilai ekonomi.
“Melalui pendekatan ekonomi sirkular, program ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat serta memperkuat daya tarik destinasi wisata di Pulau Mantehage dan Pulau Nain,” ujar Sefferson, Kamis (11/6/2026).
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara.
Kepala Dinas Pariwisata, Jein Barantian, menilai pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan konsep ekowisata merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
Inisiatif ini turut didorong oleh jejaring kerja sama internasional yang dibangun Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, melalui berbagai forum pemerintahan daerah tingkat global.
Upaya tersebut membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Korea Selatan untuk mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah modern berbasis masyarakat di wilayah kepulauan.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, optimistis kerja sama dengan Korea Selatan dapat menjadi momentum penting dalam menciptakan kawasan kepulauan yang lebih bersih, berkelanjutan dan memiliki daya saing tinggi.
“Proyek ini diharapkan memperoleh dukungan dan pendanaan sehingga mampu mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, serta mendukung pengembangan ekowisata di Pulau Mantehage dan Pulau Nain sebagai bagian dari kawasan pariwisata unggulan Sulawesi Utara,” ujar Joune Ganda.
Pemkab Minahasa Utara berharap proyek tersebut dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat bagi daerah kepulauan lainnya di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Minahasa Utara dalam agenda pembangunan berkelanjutan.
