Ia tumbuh menjadi pria ulet, dan berhasil menyelesaikan satu per satu jenjang pendidikan.
Meskipun cita-cita sebagai duta besar belum terpenuhi, namun Jan puas pernah bertugas sebagai Atase Kejaksaan di Hong Kong pada 2005-2008.
Hidup dan besar di Jakarta, membuat Jan selalu rindu Manado.
Ia pun selalu mengenang momen bertemu dengan warga kawanua di ibukota negara.
“Di rumah besar, kami selalu bakudapa (bertemu) dengan teman-teman dari Manado. Bisa bersama dengan kawanua di kampung orang, itu bahagianya luar biasa,” kenang Maringka.
Jan banyak menghabiskan waktu di luar karena tugas.
Makanya, ia selalu ingin pulang Manado.
Menetap dan membangun kampung halaman, menjadi kerinduan Jan sejak dulu.
Baginya, bisa membuat masyarakat Sulut bahagia adalah tujuan selanjutnya.
“Negara sudah, sekarang saatnya mendedikasikan diri untuk bumi nyiur melambai, Jadikan Sulut Maju,” kata Jan.
Bisa bermanfaat bagi banyak orang, menjadi filosofi hidup Jan yang ingin dia aplikasikan di Sulut.
Makanya, momentum Pilkada Sulut 2024 menjadi pelabuhan Jan berlabuh ke ranah politik.
Jadikan Sulut Maju (JSM) menjadi tagline seorang Jan.
“Dan jika rakyat memberikan amanah, saya ingin hadir, bermanfaat bagi banyak orang dan fokus membangun kampung halaman,” pungkasnya.
(Frangki Wullur)
