
Manado, BeritaManado.com — Mengabdi pada ibu pertiwi melalui tugas profesi melalui jenjang karir yang panjang harus membawa seseorang keluar kampung halaman dan melintasi pulau.
Itulah sebagian potret Jan Samuel Maringka, yang saat ini membuktikan kecintaan terhadap kampung halaman setelah 35 tahun bertugas.
Selain sebagai Jaksa, Jan Maringka juga pernah dipercayakan jabatan strategis sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI.
Jan Maringka mendapat didikan dari orangtua untuk menjadi pribadi yang mandiri meski statusnya adalah anak bungsu dari empat bersaudara.
Buah dari pendampingan orangtua yang mengajarkan disiplin dan tanggung jawab terlihat dari sepak terjang Jan Maringka di lingkungan Kejaksaan Agung RI yang sukses memegang jabatan strategis.
Sebagian besar karir Jan Maringka dihabiskan di luar Manado, Sulawesi Utara, sehingga ia harus sering memendam rasa rindu akan kampung halaman.
Pulang kampung kali ini ternyata tidak hanya sekedar melepas rindu dengan keluarga dan sahabat, namun ternyata ada satu asa untuk bumi nyiur melambai.
Jan Maringka pulang kampung dengan satu kerinduan untuk menjadikan Sulawesi Utara maju dalam segala bidang.
Keseriusan itu ditindaklanjuti dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Gubernur Sulut melalui Koalisi Solidaritas Sulut Maju (Gerindra, PSI dan Perindo) dan juga Partai Demokrat.
Jan Maringka sendiri mendapatkan pengawalan Ormas Laskar Merah Putih Markas Daerah Sulut pimpinan Maya Rumantir yang juga adalah Ketua Dewan Pembina Markas Besar Laskar Merah Putih yang dipimpin Arsyad Cannu.
“Saya merasa bangga adanya dukungan berbagai elemen masyarakat untuk maju pada Pilkada Sulut 27 November 2024 mendatang. Jika kerinduan ini terwujud, maka saya berkomitmen untuk menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Jan Maringka.
Profil Jan Maringka
Dr. Jan Samuel Maringka, S.H., M.H., telah sukses menjadi abdi negara.
Jan Maringka menunaikan tanggungjawab sebagai Jaksa selama 35 tahun, dan banyak memberikan kontribusi dalam penegakkan hukum di Indonesia.
Jan bahkan pernah dipercayakan sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Indonesia.
Ia berhenti dengan hormat sebagai Jaksa Utama (Pembina Utama IV/e) sesuai Keppres tertanggal 2 April 2024.
Sosok bersahaja kelahiran 11 Oktober 1963 ini menyandang Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin Makassar.
Disiplin dan bertanggungjawab menjadi hal penting yang selalu disampaikan ibu tercinta.
Belaian dan pesan mujarab dari ibu sangat berpengaruh bagi perjalanan kehidupan Jan.
