
MANADO, BeritaManado.com — Bukan pemandangan biasa ketika deretan duta besar negara-negara Eropa untuk Indonesia berkumpul dalam satu malam di Manado.
Jumat (17/7/2026), para diplomat top itu memenuhi Wisma Negara Bumi Beringin untuk menghadiri jamuan makan malam bersama Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Denis Chaibi hadir didampingi Ibu Elena Boggio-Chaibi.
Ia tidak sendiri — turut hadir Duta Besar Belgia H.E. Frank Felix, Duta Besar Denmark H.E. Sten Frimodt Nielsen, Duta Besar Lithuania H.E. Darius Gaidys, Duta Besar Republik Ceko H.E. Petr Kopriva, Duta Besar Irlandia H.E. Sharon Lennon, hingga Duta Besar Austria H.E. Alexander Rieger.
Delegasi lengkap dengan perwakilan tinggi Kedutaan Finlandia dan Portugal, Head of Cooperation EU Delegation Jerome Pons, serta Country Director KfW Development Bank Indonesia Burkhard Hinz.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyebut kehadiran para diplomat itu sebagai penegasan kuatnya sinergi internasional untuk mendukung agenda keberlanjutan global di Sulawesi Utara.
Ia mengatakan kunjungan tersebut merupakan kehormatan bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Bukan tanpa alasan, para diplomat itu memilih Manado sebagai tujuan.
Gubernur Yulius memaparkan bahwa 73 persen wilayah Sulawesi Utara adalah perairan, menjadikan laut sebagai urat nadi kehidupan dan masa depan daerah.
Visi itu, katanya, selaras dengan kebijakan Ekonomi Biru nasional yang tengah didorong pemerintah pusat.
Sulut kini telah menetapkan Kawasan Konservasi Perairan seluas 239.373,79 hektare untuk menjaga terumbu karang dan keanekaragaman hayati laut.
Gubernur juga menyoroti peran nelayan lokal yang mayoritas masih memakai alat tangkap tradisional HUTATE — hand line, pull and line, dan long line — yang menghasilkan tangkapan berkualitas tinggi seperti tuna, cakalang, dan skipjack sekaligus menjaga ekologi laut tetap seimbang.
Sektor ini menyumbang ekspor perikanan senilai 140 juta dolar AS sepanjang 2025, dengan Nilai Tukar Nelayan mencapai angka 112.
Kerja sama dengan Uni Eropa dan KfW Development Bank, yang berjalan sejak 2020 bersama Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia, disebut telah memberdayakan 29 desa dan melatih 37 kelompok masyarakat pesisir.
Salah satu buahnya, Desa Budo, Minahasa Utara, di Sulawesi Utara berhasil meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik nasional.
Keberadaan Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) di Manado turut memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai pusat kolaborasi perlindungan terumbu karang regional.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi kepada delegasi Uni Eropa, KfW, pemerintah pusat, dan WCS Indonesia Program.
Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperluas demi menjaga ketahanan ekosistem laut, memitigasi dampak perubahan iklim, serta mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Sulawesi Utara.
