Bisnis dan Ekonomi

Intiland Ekspansi, Amesta Living Jadi Solusi Kebutuhan Kawasan Hunian yang Lengkap

Perkembangan tersebut menjadikan kawasan Surabaya Timur sebagai magnet bagi banyak konsumen dan investor properti, khususnya yang menginginkan produk-produk properti yang lebih terjangkau.

“Potensi pasar kawasan Surabaya Timur sangat baik dengan tingkat kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas hunian terus meningkat. Kami optimistik Amesta Living akan sukses dan manjadi solusi kebutuhan masyarakat terhadap kawasan hunian yang ideal,” kata Harto Laksono.

Direktur Utama GAS Hans Wibisono menambahkan, Amesta Living dibangun dengan mengusung konsep pendekatan biophilic design.

Konsep ini mementingkan terciptanya harmoni antara manusia dengan alam, membentuk lingkungan sehat yang mendorong kreativitas dan hidup dengan lebih produktif.

“Pengembangan Amesta Living rencananya terbagi menjadi beberapa tahapan. Tahap awal ini untuk fasilitas perumahan dan tahapan berikutnya akan dikembangkan fasilitas komersial, bisnis, ritel, apartemen dan lainnya,” ungkap Hans Wibisono.

Pengembangan tahap pertama meliputi area seluas 10 hektare yang diperuntukan sebagai penyediaan fasilitas hunian untuk pengembangan sekitar 700 unit rumah.

Pada pengembangan awal rencanannya akan dibangun sebanyak 300 unit rumah compact dua lantai yang terbagi ke dalam berbagai tipe ukuran.

Pertama, tipe Nora yang memiliki luas lahan 40 m2 dengan luas bangunan 53 m2. Tipe ini menyediakan dua kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi, dan carport.

Pilihan kedua adalah tipe Sora yang hadir dengan dua pilihan, yakni unit Standard dengan luas lahan 50 m2 dan luas bangunan 57 m2 atau unit Deluxe yang memiliki luas lahan 60 m2 dengan luas bangunan 63 m2.

Tipe ketiga adalah Terra yang merupakan unit rumah dengan ukuran terbesar karena menyediakan dua kamar tidur, dua kamar mandi, dan carport.

Tipe rumah ini juga menyediakan unit Standard dengan luas lahan 60 m2 atau 72 m2 dengan luas bangunan 71 m2.

Sementara untuk kebutuhan hunian lebih besar, tersedia unit Deluxe yang memiliki lahan seluas 90 m2 dengan luas bangunan 75 m2.

Tipe ini menyediakan tiga kamar tidur, dua kamar mandi dan carport.

Menyasar segmen konsumen dari kaum milenial, keluarga muda dan pembeli rumah pertama, rumah-rumah di Amesta Living mengusung konsep desain Japandi (Japan dan Skandinavia) yang dirancang oleh arsitek terkemuka Budhi Harmunanto.

Desain rumah mengutamakan aspek life balance, kesederhanaan, praktis, teratur, fungsional serta multifungsi.

Pilihan konsep desain ini lahir dari munculnya kesadaran di kalangan generasi muda dan milenial terhadap pentingnya keseimbangan antara aktivitas manusia dan alam.

Kesadaran tersebut bahkan cenderung menjadi standar baru di kalangan generasi muda dalam memilih kawasan hunian yang dibangun dengan konsep berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Salah satu nilai lebih lainnya dari Amesta Living adalah faktor keterjangkauan bagi masyarakat, karena kami pasarkan mulai Rp800 jutaan. Dengan harga yang affordable, konsumen bukan hanya memperoleh sebuah rumah yang nyaman, tetapi juga mendapatkan lingkungan yang asri dan beragam fasilitas di dalamnya, ” ujarnya lebih lanjut.

Menurut Hans Wibisono, tersedianya layanan estate management memberikan nilai tambah bagi para penghuni.

Selain memberikan kemudahan pengelolaan lingkungan dan kawasan, estate management juga mempermudah warga penguni mendapatkan beragam layanan kebutuhan lainnya.

Keunggulan lain Amesta Living yakni tersedianya ekosistem kawasan yang para penghuninya dapat saling terkoneksi dan berkolaborasi.

Kawasan ini menyediakan berbagai fasilitas komersial, pendidikan, social living, serta area-area publik yang difungsikan sebagai fasilitas komunal.

(***/SriSurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara