Manado – Proses rehabilitasi anjungan Taman Mini Indonenesia Indah (TMII) di Jakarta menjadi bagian pembicaraan pada rapat Komisi 3 DPRD bersama Biro Infrastruktur, Barang dan Jasa Pemprov Sulut, Selasa (28/2/2017).
Menurut Wakil Ketua Komisi 3, Amir Liputo, pembangunan dan rehabilitasi anjungan TMII Sulut dianggarkan Rp 7 Milliar terdiri dari pembangunan fisik Rp 5 Milliar dan Rp 2 Milliar perencanaan dan pengawasan.
“Juga akan dibangun miniatur bangunan 15 kabupaten dan kota se-Sulut. Sebagian menggunakan anggaran dari pemerintah kabupaten dan kota,” ujar Amir Liputo usai pertemuan kepada beritamanado.com.
Hal lain yang dibicarakan menurut Amir Liputo adalah keberadaan asrama-asrama milik Pemprov di Pulau Jawa. Anggaran rehabilitasi masing-masing Rp 200 Juta untuk asrama di Bandung, Jogja, Malang Rp 600 Juta, sementara di Bogor belum dianggarkan.
“Atas dasar keluhan penghuni asrama bahwa bangunan asrama sudah tidak layak maka Komisi 3 mengusulkan kedepan asrama dibangun kembali. Daripada hanya selalu rehab maka lebih baik dibangun baru, karena bagaimanapun asrama-asrama ini membawa nama daerah,” jelas Amir Liputo.
Pada kesempatan tersebut lanjut Amir Liputo, Kepala Biro Jimmy Ringkuangan mengusulkan agar pemerintah provinsi mengirimkan tenaga teknis melihat keberadaan asrama-asrama.
“Disamping itu TMII ada pengalihan pengelolaan dari Dirjen sekarang berada dibawah Setneg. Perlu koordinasi pembangunan anjungan dapat dilakukan sesuai peruntukan dan mendapat gambaran Sulawesi Utara seutuhnya agar masyarakat dapat melihat,” tandas Amir Liputo. (JerryPalohoon)
