Hukum dan Kriminalitas

Dicincang Delapan Bacokan Remaja Warembungan Sekarat di Rumah Sakit

MANADO – Nasib sial dialami Okril Kalesaran (L/13), warga Desa Warembungan Jaga II Kecamatan Pineleng yang juga tercatat sebagai siswa SMP swasta ini harus mengalami peristiwa penganiayaan. Ia dicincang dengan delapan bacokan di sekujur tubuh oleh pelaku berinisial RB alias Roki (L/16) warga yang sama dan masih tercatat sebagai siswa SMA Nasional Manado.

Akibat dari penganiayaan itu, korban sekarat dan mendapatkan perawatan intensif di RSUP Prof Kandou Malalayang. Informasi yang diperoleh
langsung dari keluarga korban saat melapor ke Mapolresta Manado, Minggu (27/03), sekitar pukul 15.00 Wita, korban mengalami luka tebasan parang di bagian punggung dan kedua tangan. Selain itu motor milik Ardi Walalangi (L/17) teman korban juga berhasil dibawa lari pelaku.

Kabarnya motor Honda Blade dengan nomor polisi DN 3362 AS kini berada di wilayah Pasar Karombasan. Ayah kandung korban, Petrus Kalesaran, sesaat sebelum kejadian mengatakan, korban sedang melihat suasana pesta
pernikahan di kampungnya. Korban kemudian meminjam motor Ardi yang saat itu sedang duduk bersama Dots dan Sasoro.

Sebelum dipinjamkan, Sasoro sempat menyuruh korban untuk membelikan rokok di warung dekat pesta pernikahan di rumah Keluarga Lengke Bawole. Saat kembali dari warung, korban sudah dicegat pelaku dan terjadi adu mulut. Saat itulah korban dibacok dan motor dilarikan.

Korban sendiri berhasil diselamatkan warga sekitar dan langsung membawanya ke
rumah sakit. “Waktu mau kembali ternyata dia sudah dihadang pelaku yang telah menggenggam senjata tajam,” cerita ayah korban seraya menambahkan dengan pelaku sebenarnya tidak ada latar belakang dendam pribadi mengingat korban masih berusia belia yakni 13 tahun.

Ketika dikonfirmasi, Kapolresta Manado melaui Kasubag Humas AKP Desy Hamang membenarkan adanya peristwia tersebut. (sa)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara