Manado – Awal Tahun, Dewan Provinsi (Deprov) Sulut kembali menghamburkan uang rakyat. Pasalnya sejumlah pimpinan komisi Studi Banding ke Jakarta, komisi tersebut masing-masing yakni Komisi I yang membidangi Hukum dan Pemerintahan, serta Komisi IV yang membidangi Kesehjateraan Masyarakat.
Dari informasi, yang berhasil dihimpun keberadaan para legislator di Jakarta memakan waktu empat hari. Akan tetapi tak semua legislator bersikap
demikian. Masih ada sejumlah anggota dewan yang memilih untuk tetap tinggal atau tak melakukan perjalanan dinas, seperti halnya Benny Ramdhani sekertaris
komisi I, Nixon Tilaar anggota komisi I, serta beberapa rekan komisi lainnya.
Menyikapi hal ini, Mohammad Ikhsan Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Manado, Ikhsan menyayangkan Sikap Deprov tersebut, semestinya Deprov dapat lebih bijak mengambil sikap di awal tahun dengan menyiapkan sejumlah agenda kerja yang tak perlu memboroskan anggaran.
Aktivis yang terbilang vocal melakukan Demo ini, menerangkan kalau hanya ingin melaksanakan konsultasi dengan lembaga tinggi di Jakarta, tak semestinya melakukan keberangkatan ke Jakarta,
“Sekarang teknologi berkembang cukup pesat. Kalau sekedar berkonsultasi bisa memanfaatkan Email, Televon Conffrence, maupun percakapan telepon seluler. Coba contohi pihak kepolisian, mereka dapat berkonsultasi tanpa memboroskan anggaran” tuturnya kemarin.
Suatu pemborosan seperti ini, bila dibiarkan terus menerus, masyarakat amat dirugikan. “sebaiknya anggaran studi banding dapat digunakan ke hal-hal yang lebih bermanfaat, demi kepentingan yang lebih berpihak kepada masyarakat Sulut.” Harapnya. (IS)
