
Penulis: Jhonli Kaletuang I Manado
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus memberikan sejumlah pesan strategis kepada peserta Sidang Raya XXXV Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Tahun 2026.
Selain menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan di tubuh gereja, gubernur juga mengajak KGPM terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta menjauhkan pelayanan gereja dari kepentingan politik praktis.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus memberikan materi penguatan dalam Sidang Raya XXXV KGPM yang menjadi momentum penting menjelang pemilihan kepengurusan Sinode KGPM periode berikutnya.
Dalam pemaparannya, gubernur menilai pergantian kepemimpinan merupakan proses yang wajar dan menjadi indikator organisasi yang sehat.
Menurutnya, regenerasi membuka ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan baru yang mampu menjawab tantangan pelayanan di masa depan.
“Yang terpenting bukan hanya siapa yang akan terpilih memimpin, tetapi bagaimana kepengurusan yang baru mampu menyusun program kerja yang tepat dan menjawab kebutuhan nyata jemaat serta masyarakat,” ujarnya.
Ia mengibaratkan proses tersebut dengan tata kelola pemerintahan. Keberhasilan sebuah organisasi, kata dia, ditentukan oleh perencanaan yang matang dan pelaksanaan program yang tepat sasaran.
Karena itu, hasil Sidang Raya diharapkan mampu melahirkan keputusan dan program yang dapat berjalan seiring dengan agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus Sinode KGPM periode sebelumnya atas kontribusi dan kemitraan yang telah terjalin selama ini.
Menurutnya, peran gereja tidak hanya terbatas pada pelayanan rohani, tetapi juga ikut memberikan sumbangsih dalam pembangunan daerah serta memperkuat kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, gubernur mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan antarumat beragama.
Ia berharap Sulawesi Utara tetap mempertahankan predikat sebagai salah satu daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi di Indonesia.
“Sebagai daerah yang dikenal dengan kerukunan umat beragama, kita memiliki tanggung jawab besar untuk terus memelihara persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menjaga kedamaian,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak gereja mempersiapkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kekuatan spiritual, tetapi juga mampu merespons berbagai tantangan zaman, mulai dari persoalan ideologi, ekonomi, perubahan iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam dengan tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Pesan lain yang turut ditekankan adalah agar gereja tidak terlibat dalam politik praktis.
Menurut gubernur, pelayanan gereja harus tetap berfokus pada pembinaan umat dan dijalankan secara tulus sesuai nilai-nilai iman.
Mengakhiri arahannya, gubernur berharap Sidang Raya XXXV KGPM dapat menghasilkan kepemimpinan yang arif, program kerja yang berkualitas, serta semakin memperkuat pelayanan gereja bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Sulawesi Utara.
