
Manado – Sejumlah pihak melihat dan memprediksi perkembangan politik ekonomi dunia pada tahun 2017 tidak akan lebih baik dari tahun 2016 yang baru saja kita lewati.
Perkembangan sejumlah masalah dunia dianggap menjadi alasannya dan jika hal ini benar tentunya akan sangat berimbas kepada Indonesia dan juga seluruh daerah di wilayah Indonesia.
Lalu bagaimana dengan Provinsi Sulawesi Utara ??
Menurut pengamat politik dan pemerintahan, Taufik Tumbelaka, daerah Nyiur Melambai tercinta tentu akan menghadapi tantangan yang cukup berat karena selain ikut merasakan imbas dari perkembangan kondisi politik ekonomi dunia, pada saat yang sama Sulut menapak awal tahun pertama Pemimpin Baru, Dwi Tunggal Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK).
“Diawal 2017 ini Dwi Tunggal Sulut baru akan benar-benar mulai mewujudkan asa Sulut Hebat dengan memakai formasi ‘pasukan perang’ yang dianggap kedua Pemimpin Sulut sebagai ‘kabinet’ andalannya dan membentuk formasi idealnya tidak mudah,” jelas Taufik Tumbelaka melalui cacatan kecilnya kepada BeritaManado.com, Senin (2/1/2017).
Lanjut Taufik Tumbelaka, kesulitan awal dalam membentuk “kabinet” andalan yang dianggap “kabinet” dream team adalah karena para birokrat di Pemerintah Propinsi (Pemprop) Sulut yang nantinya diprediksi akan mendominasi formasi “kabinet” OD-SK telah terbiasa dengan pola lama selama sekitar satu dekade dengan pemimpin berlatar belakang birokrat yang kental, maka sejumlah birokrat diprediksi akan tidak mudah beradaptasi dengan OD-SK yang berlatar belakang politisi.
Merubah kebiasaan itu jelas membutuhkan upaya adaptasi yang keras dan untuk itu ada “harga” yang harus dibayar, yaitu waktu. Disisi lain situasi kondisi ekonomi, politik dan sosial Sulut membutuhkan gerak cepat dalam mengantisipasi perkembangan negara dan juga dunia, jika tidak akan berdampak negatif kepada rakyat secara signifikan akibat lemahnya pemerintahan.
Selain itu OD-SK akan menghadapi kesulitan serius lain dalam membentuk “kabinet” yang diharapkan dapat memenuhi tantangan zaman, yaitu karena Dwi Tunggal Sulut yang berlatar-belakang politisi tentunya tidak akan mengenal dengan baik dan mendalam para birokrat secara mendalam atau dengan kata lain (maaf) OD-SK “buta huruf” dengan peta birokrat Sulut.
Untuk mengantisipsinya tentu OD-SK akan mengambil beberapa langkah proaktif – antisipasi, salah satunya meminta masukan dari sejumlah pihak dan jika hal ini terjadi, maka pertanyaannya sejauh mana objektifitas pihak-pihak yang dipercaya untuk memberi masukan?
“Melihat perkembangan yang terjadi secara berbarengan maka situasi dan kondisi maka Sulut dapat dibayangan seperti apa sulitnya. Disinilah ujian awal dari Dwi Tunggal Sulut dan kita akan melihat sejauh mana kemampuan mereka menghadapi konstelasi yang unik ini karena jika salah melangkah maka kita tahu kalau semua itu berdampak kepada sekitar 2.500.000 rakyat Sulut,” pungkasnya. (***/JerryPalohoon)

Kritik tumbelaka ini adalah upaya untuk membangun masyarakat SULUT namun timbul pertanyaan orang kenapa harus di stigmakan buta ….apa karena tidak bisa ketemu dg gubernur sehingga bahasa yang dipakai tidak relevant dg apa yang di inginkan. Mungkin ini ungkapan kekesalan …