Kota Manado

Wali Kota Andrei Angouw Tinjau TPA Sumompo, Dialog dengan Sopir hingga Pemulung yang Bergantung Hidup dari Sampah

Wali Kota Andrei Angouw Tinjau TPA Sumompo, Dialog dengan Sopir hingga Pemulung yang Bergantung Hidup dari Sampah
Wali Kota Manado Andrei Angouw saat berbincang dengan salah satu sopir mobil pengangkut sampah di TPA Sumompo

Penulis: Mega Anggawirya Zas | Manado

Wali Kota Manado Andrei Angouw melakukan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Rabu (24/6/2026), untuk melihat langsung aktivitas pengelolaan sampah sekaligus mendengar aspirasi para petugas dan pemulung yang sehari-hari beraktivitas di lokasi tersebut.

Setibanya di TPA Sumompo, Andrei Angouw disambut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado Pontowuisang Kakauhe, bersama jajaran pejabat teknis. Ia kemudian meninjau proses pembuangan dan pengolahan sampah, termasuk aktivitas alat berat yang mengaduk tumpukan sampah setelah dibongkar dari truk dan kendaraan pengangkut.

Dalam kunjungan itu, Angouw tidak hanya mengamati kondisi lapangan, tetapi juga berdialog langsung dengan para sopir truk sampah, pengemudi motor sampah, petugas kebersihan, hingga para pemulung.

Kepada para sopir, Wali Kota menanyakan asal wilayah pengangkutan serta jumlah perjalanan (ret) yang telah dilakukan hingga sekitar pukul 09.00 Wita. Beberapa sopir mengaku baru menyelesaikan satu kali perjalanan, sementara lainnya telah dua kali mengangkut sampah meski mulai bekerja sejak pukul 04.00 dini hari.

Temuan tersebut memunculkan perhatian khusus dari Wali Kota. Ia menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap mekanisme pengangkutan sampah di lapangan dan meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup menggelar rapat bersama para sopir untuk mengidentifikasi berbagai kendala operasional yang dihadapi.

Dialog serupa juga dilakukan dengan petugas pengangkut sampah menggunakan motor yang sebagian besar melayani wilayah kelurahan di sekitar TPA Sumompo.

Namun, momen yang paling menyentuh terjadi saat Andrei berbincang dengan sejumlah pemulung. Salah satunya adalah Agustina Togas, perempuan asal Sitaro yang telah menggantungkan hidupnya sebagai pemulung di TPA Sumompo sejak tahun 2000.

Kini berusia 47 tahun, Agustina mengaku telah 26 tahun bekerja memilah sampah di lokasi tersebut. Dengan mata pencaharian itu, ia berhasil membiayai pendidikan empat anaknya hingga dua di antaranya telah berkeluarga.

Di hadapan Wali Kota, Agustina menyampaikan harapannya agar TPA Sumompo tidak dipindahkan karena menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

“Dari sini saya bisa menyekolahkan empat anak. Sekarang dua sudah menikah. Kami berharap TPA ini tetap ada karena di sinilah kami mencari nafkah,” ungkapnya.

Harapan serupa juga disampaikan pemulung lainnya yang mendukung agar TPA Sumompo tetap beroperasi. Bagi mereka, keberadaan lokasi tersebut bukan sekadar tempat pembuangan sampah, melainkan ruang yang menopang kehidupan dan ekonomi keluarga sehari-hari.

Kunjungan ini menjadi gambaran bahwa pengelolaan sampah di Kota Manado tidak hanya menyangkut persoalan lingkungan dan pelayanan publik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada aktivitas di TPA Sumompo.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara